Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

 

21 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kota Bogor Data 80 Persen Pasien Covid-19 Bergejala Ringan, tak Dirawat di RS

Selasa 08 Feb 2022 06:59 WIB

Red: Nur Aini

Stiker terpasang di rumah warga yang menjalani isolasi mandiri di Perumahan Unitex, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (7/2/2022). Kasus COVID-19 di Kota Bogor meningkat hingga di atas 100 kasus per hari dengan pasien aktif 2.061 orang yang 80 persen diantaranya bergejala ringan.

Stiker terpasang di rumah warga yang menjalani isolasi mandiri di Perumahan Unitex, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (7/2/2022). Kasus COVID-19 di Kota Bogor meningkat hingga di atas 100 kasus per hari dengan pasien aktif 2.061 orang yang 80 persen diantaranya bergejala ringan.

Foto: Antara/Arif Firmansyah
Lonjakan kasus Covid-19 melampaui angka harian varian Delta

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat mendata dari 2.061 pasien positif Covid-19 terdapat 80 persen atau 1.648 orang bergejala ringan sehingga tidak memerlukan perawatan di rumah sakit.

 

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto di Kota Bogor, Selasa (8/2/2022), menyatakan lonjakan kasus Covid-19 pada Februari 2022 ini memang sempat melampaui angka harian varian Delta pada Juli hingga Agustus 2021. Namun, siaga tempat tidur isolasi di rumah sakit yang ditujukan bagi pasien dengan gejala sedang, berat, dan kritis saat ini hanya mencapai 31 persen di masing-masing rumah sakit.

Baca Juga

"Artinya jumlah pasien Covid-19 yang terpapar sebagian besar bergejala ringan dan tidak perlu perawatan di rumah sakit," kata dia.

Dari kesiagaan tersebut, kata Bima, keterisiannya pun masih terkendali karena jumlah pasien bergejala sedang, berat dan kritis hanya 20 persen dari ribuan orang yang dinyatakan positif. Pasien bergejala ringan itu pun kini isolasi mandiri di rumah, sehingga Satgas Covid-19 telah mengaktivasi kembali RW siaga dengan cara tutup portal.

Masing-masing lokasi permukiman yang warganya terdapat pasien positif diminta untuk mengantisipasi penyebaran. Portal gang atau jalan umum warga yang sering menjadi tempat hilir mudik warga yang rentan terhadap protokol kesehatan pun mendapatkan aturan tutup portal, sehingga warga tidak bisa mengakses.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno menjelaskan ketersedian tempat tidur di 21 rumah sakit rujukan saat ini berjumlah 705 tempat tidur. Dari jumlah itu, mulai terisi 291 pasien bergejala sedang, berat dan kritis atau baru 31,4 persen. Kemudian, tempat tidur isolasi di ICU dari 51 tempat tidur yang disediakan kini baru terisi 16 pasien atau 31,4 persen.

Retno menyebut, dari 2.061 pasien positif Covid-19, ada sekitar 200 lebih dalam perawatan rumah sakit lantaran bergejala sedang, berat, dan mempunyai penyakit penyerta atau komorbid dan sebagian besarnya bergejala ringan. Mereka akan mendapat pemantauan melaui aplikasi telemedicine maupun secara langsung oleh pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), relawan, maupun RW siaga.

"Jadi 80 persen pasien di Kota Bogor bergejala ringan dan kita arahkan untuk isoman," kata Retno.

Baca: Luhut: Pemerintah tak Mau Masyarakat Panik Ganggu Ekonomi

Baca: Usai Pindahkan PKL, Pemprov DIY akan Perbaiki Infrastruktur Malioboro

Baca: UGM Mulai PTM Terbatas, Pakai Sistem Bauran dengan Online

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile