Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

 

18 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Satgas Covid-19: Masih Ada yang Menyepelekan Penularan Covid-19

Selasa 08 Feb 2022 16:11 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Sejumlah warga tidak mengenakan masker saat berkunjung ke Taman Lapangan Banteng, Jakarta, Ahad (6/2/2022). Satgas Covid-19 menyoroti masyarakat yang masih meremehkan penyebaran Covid-19.

Sejumlah warga tidak mengenakan masker saat berkunjung ke Taman Lapangan Banteng, Jakarta, Ahad (6/2/2022). Satgas Covid-19 menyoroti masyarakat yang masih meremehkan penyebaran Covid-19.

Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Saat kasus Covid-19 sedang tinggi, Satgas lihat masih ada yang menyepelekan virus.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengaku prihatin dengan masih adanya masyarakat yang menyepelekan penularan SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19. Apalagi, saat ini kasus Covid-19 sedang melonjak.

 

"Melihat kondisi ini, kami amat prihatin, karena masih saja ada orang yang menyepelekan penularan Covid-19, bahkan saat kasusnya sedang tinggi dalam dua pekan terakhir," ujar Wiku dalam konferensi pers daring diikuti di Jakarta, Selasa (8/2/2022) malam.

Baca Juga

Wiku mengimbau masyarakat mengesampingkan ego terlebih dahulu sehingga tidak bepergian saat terdeteksi Covid-19. Ia mengingatkan, risiko penularan mengancam keselamatan bersama.

Menurut Wiku, kesadaran yang tinggi dari masyarakat, pemerintah setempat, serta pengelola wisata sebagai penanggung jawab fasilitas publik diperlukan untuk melakukan penapisan kesehatan dengan ketat. Kesadaran tersebut penting demi mencegah penularan karena penyebaran virus dapat terjadi di fasilitas publik.

Selain itu, menurut Wiku, pemerintah daerah juga harus memberikan sanksi yang memberikan efek jera. Masyarakat yang memberikan risiko penularan penyakit dan melanggar Undang-Undang Kekarantinaan Kesehatan harus disanksi.

"Karena sudah dua tahun berjalan pandemi, TNI, Polri, Pemda perlu menegakkan peraturan agar kita semua bisa produktif dan aman," kata dia.

Sebelumnya, beredar kabar viral di media sosial unggahan mengenai pasangan suami-istri yang mengaku positif Covid-19 ditolak memasuki wilayah Bali, kemudian memilih jalan-jalan ke Malang dan Kota Batu. Pasangan tersebut diketahui sempat berkunjung ke pusat perbelanjaan melalui foto-foto yang diunggah ke dunia maya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile