Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

 

18 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Banda Aceh Manfaatkan Dana Otsus Rp 12 Miliar untuk Bangun Sentra IKM

Kamis 10 Feb 2022 14:28 WIB

Red: Nidia Zuraya

Pekerja menunjukan bubuk kopi arabika gayo yang telah dikemas dengan bungkusan hasil kerajinan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) rumah tangga dan Industri Kecil Menengah (IKM) di Banda Aceh, Aceh (ilustrasi). Pemerintah Kota Banda Aceh memanfaatkan dana otonomi khusus (otsus) dan alokasi khusus (DAK) 2022 untuk membangun sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) di ibu kota provinsi Aceh itu.

Pekerja menunjukan bubuk kopi arabika gayo yang telah dikemas dengan bungkusan hasil kerajinan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) rumah tangga dan Industri Kecil Menengah (IKM) di Banda Aceh, Aceh (ilustrasi). Pemerintah Kota Banda Aceh memanfaatkan dana otonomi khusus (otsus) dan alokasi khusus (DAK) 2022 untuk membangun sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) di ibu kota provinsi Aceh itu.

Foto: IRWANSYAH PUTRA/ANTARA
Jumlah IKM di Banda Aceh terus berkembang pesat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Pemerintah Kota Banda Aceh memanfaatkan dana otonomi khusus (otsus) dan alokasi khusus (DAK) 2022 untuk membangun sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) di ibu kota provinsi Aceh itu."Pusat IKM ini akan kita bangun dengan anggaran Otsus dan DAK, total yang kita alokasikan sekitar Rp12 miliar," kata Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman, di Banda Aceh, Kamis (10/2/2022).

 

Aminullah mengatakan, pusat industri yang bakal diperuntukkan bagi pelaku usaha kecil dan menengah di Banda Aceh tersebut akan menjadi kado perpisahan, karena pada 7 Juli nanti masa baktinya akan berakhir."Saya harap ini bisa selesai dan difungsikan tahun ini. Saya ingin ini (Sentra IKM) menjadi kadi bagi masyarakat kota sebelum masa tugas saya berakhir," ujarnya.

Baca Juga

Menurut Aminullah, sentra IKM tersebut nantinya akan mampu meningkatkan perekonomian para pelaku usaha hingga perajin di Banda Aceh. Apalagi, gedungnya bakal dibangun di kawasan rencana pembangunan pusat zikir Nurul Arafah Islamic Center (NAIC).

Konsepnya merupakan kolaborasi wisata dan industri, dimana NAIC diperkirakan akan menjadi salah satu destinasi wisata religi yang akan dikunjungi banyak wisatawan baik nusantara maupun mancanegara. Karena itu, Aminullah meminta dinas teknis segera merampungkan persiapan terkait pembangunan pusat industri tersebut, termasuk kendala akses masuk ke lokasi rencana pembangunan pusat IKM di kawasan Ulee Lheue itu nantinya.

Aminullah menambahkan, sentra IKM Banda Aceh tersebut direncanakan akan dibangun beberapa tempat yakni terdiri dari empat gedung utama yaitu gedung operasional, promosi dan retail, bahan baku dan gedung produk."Dinas teknis, konsultan dan stakeholder lainnya tolong rampungkan persiapan. Apa yang menjadi kendala kita cari solusinya segera," kata Aminullah.

UMKM di Banda Aceh terus berkembang pesat. Terjadi peningkatan dari sebelumnya pada 2017 sebanyak 8.900 usaha, kini telah mencapai 16.970 UMKM.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile