Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

 

2 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kritik Ralf Rangnick, Scholes: Dia Direktur Sepak Bola, Bukan Pelatih

Ahad 13 Feb 2022 11:08 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Endro Yuwanto

Reaksi pelatih Manchester United Ralf Rangnick selama pertandingan Liga Primer Inggris. Legenda Man United Paul Scholes mengkritik kinerja Rangnick selama membesut MU pada 2022 ini.

Reaksi pelatih Manchester United Ralf Rangnick selama pertandingan Liga Primer Inggris. Legenda Man United Paul Scholes mengkritik kinerja Rangnick selama membesut MU pada 2022 ini.

Foto: AP/Jon Super
Rangnick dinilai minim pengalaman sebagai pelatih dalam 5 sampai 6 tahun terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Paul Scholes mengkritik pelatih Manchester United (MU), Ralf Rangnick, setelah hasil mengecewakan lainnya Sabtu (12/2/2022) lalu. Skuad Iblis Merah kembali mendapat hasil imbang di kandang saat melawan Southampton, setelah sempat unggul lebih dulu lewat aksi Jadon Sancho.

 

Menurut Scholes, pemecatan Ole Gunnar Solskjaer telah terjadi, tapi ia tidak melihat ada rencana untuk tim. Scholes, yang merupakan legenda MU, menyebut mantan timnya itu harus membawa pelatih sepak bola top untuk membalikkan situasi.

Baca Juga

''Ini Man United, mereka seharusnya terbaik dari segalanya. Tidak memiliki rencana dan membawa direktur olahraga. Saya pikir dia hanya melatih dua tahun dalam 10 tahun terakhir, kalau tidak salah,'' kata Scholes, dikutip dari Marca, Ahad (13/2/2022).

Scholes mengatakan, mantan direktur olahraga dan pengembangan Lokomotiv Moscow itu minim pengalaman sebagai pelatih dalam lima sampai enam tahun terakhir. Ia menyebut MU saat ini sebagai tim individual.

Saat melawan Southampton, pemain MU ada di mana-dimana. Scott McTominay dibiarkan sendiri di tengah, Pogba pergi bermain sendiri di lini tengah. Sementara ia tahu posisi apa yang dimainkan Bruno Fernandes.

''Pemain sayap tidak bekerja cukup keras, ini tidak selalu tentang penguasaan bola. Kadang Anda harus melakukan hal-hal buruk yang membuat Anda sedikit kesakitan. Seringkali ini terjadi, tim kembali dengan lamban dan sangat mudah untuk dilawan,'' jelas Scholes.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile