Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

 

20 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Dokter Paru Sebut Omicron Berbahaya dari Segi Penyebarannya

Senin 14 Feb 2022 18:21 WIB

Red: Andri Saubani

Ilustrasi Covid-19 varian Omicron

Ilustrasi Covid-19 varian Omicron

Foto: Pixabay
Omicron bisa menginfeksi 16 hingga 30 orang dari satu orang yang terinfeksi.

REPUBLIKA.CO.ID, BUKITTINGGI -- Dokter Ahli Paru di Bukittinggi, Sumatera Barat, mengatakan kasus Covid-19 varian Omicron cukup berbahaya dari segi penyebarannya. Setidaknya, bisa menginfeksi 16 hingga 30 orang dari satu orang yang terinfeksi.

 

"Varian Delta ikatannya cepat terhadap reseptor pada saluran napas, namun tidak secepat Omicron. Artinya, varian Delta itu satu orang dapat menginfeksi 8 orang, sedangkan varian Omicron, satu orang bisa menginfeksi 16-30 orang sekaligus," kata Dokter Deddy Herman di Bukittinggi, Senin (14/2/2022).

Baca Juga

Deddy mencontohkan jika satu orang di kantor positif, satu kantor itu, bisa positif dan apabila satu orang di rumah positif seluruh rumah bisa positif. "Artinya, menular sangat cepat, karena daya ikatnya terhadap reseptor yang ada pada saluran napas itu kuat. Virus itu menempel kuat pada saluran napas," kata Deddy yang pernah ditugaskan di Wisma Atlet Jakarta.

Menurutnya, ada perbedaan varian Delta dengan varian Omicron dalam tubuh. "Untuk varian Delta mudah berkembang dalam tubuh, sehingga banyak kematian dengan cepat, namun Omicron membelahnya lambat, sehingga efeknya atau gejalanya lebih ringan dibanding varian Delta," ujarnya.

Namun, menurutnya varian Delta memang menyebabkan kematian dengan cepat. Tetapi, varian Omicron bisa mengenai orang dengan jumlah yang lebih banyak.

"Akibat penyebaran lebih banyak, risiko terkena pada anak-anak atau orang tua dengan imun rendah dan rentan juga lebih besar dan bisa membuat kondisinya jadi lebih buruk," lanjutnya.

Untuk gejalanya, kata Deddy, ada perbedaan jelas antara varian Delta dan Omicron. "Untuk varian Delta pasien akan mengalami hilang penciuman dan rasa, sedangkan varian Omicron, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan hebat, batuk-batuk dan nyeri tenggorokan," kata dia.

Ia menambahkan Omicron sama seperti varian yang lain, baik Delta atau varian lain, yang merupakan turunan dari Covid-19 dengan sifat Omicron sedikit berbeda dibandingkan varian Delta yang banyak menyebabkan kematian pada tahun lalu. Saat ini terdapat pasien Covid-19 yang dirawat di Bukittinggi, satu pasien mengalami pemburukan atau kondisi buruk.

"Pasien tersebut merupakan warga usia lanjut. Artinya, pada orang tua yang imunitas sangat rendah dan risiko kematian cukup tinggi," kata Deddy.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile