Wagub: Banyak Anak Usia 5-17 Tahun di Jatim Terpapar Omicron

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Fernan Rahadi

Ilustrasi Covid-19 varian Omicron
Ilustrasi Covid-19 varian Omicron | Foto: Pixabay

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengimbau para orang tua untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan saat mendampingi anak-anaknya di rumah. Sebab, kata Eri, kasus Covid-19 varian Omicron pada anak usia 5-17 tahun cukup tinggi. Artinya, kata dia, anak-anak rawan terpapar Covid-19 varian Omicron.

“Rata-rata anak yang terpapar varian Omicron didominasi usia 5-17 tahun. Kasus Omicron pada anak, sebesar 17,39 persen dari total kasus Omicron yang terkonfirmasi di Kota Surabaya,” kata Eri di Surabaya, Selasa (15/2).

Eri mengatakan, banyaknya anak-anak yang terpapar Omicron bisa jadi disebabkan tingkat aktivitas dan mobilitas tinggi dari para orang tua atau orang dewasa. Namun, saat di rumah mereka abai protokol kesehatan sehingga memicu munculnya klaster keluarga.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Nanik Sukristina mengatakan, anak-anak juga mudah terpapar saat melakukan aktivitas atau kegiatan di tempat umum atau di ruang publik. “Kegiatan di tempat umum juga mendominasi kasus Omicron pada anak-anak,” kata Nanik.

Untuk proses penanganannya, anak-anak yang terpapar varian Omicron juga diarahkan untuk melakukan isolasi di tempat isolasi terpusat (isoter) yang telah disediakan. Salah satunya yakni tempat Isoter di Asrama Haji Sukolilo.

“Ketika melakukan isolasi di Asrama Haji, orang tua dapat mendampingi anak-anak mereka di sana, hingga anak tersebut dinyatakan sembuh,” ujarnya.

Nanik menambahkan, rata-rata kesembuhan pada kasus konfirmasi dengan gejala asimptomatik dan ringan, membutuhkan waktu selama 3-7 hari. Namun, pasien tetap disarankan untuk melakukan isolasi mandiri selama 10-14 hari.

“Ini merupakan masa isolasi optimal meskipun hasil swab sudah negatif. Bahkan ada yang lebih cepat sesuai dengan daya tahan tubuh masing-masing pasien,” kata Nanik.

Nanik mengaku, tingkat kesembuhan pada anak-anak sangat tinggi. Sebab, sampai saat ini belum ditemukan kasus yang membutuhkan perawatan khusus pada anak-anak.

“Namun, terkait dengan pelaksanaan vaksinasi booster pada sasaran anak masih menunggu instruksi dari Kemenkes RI,” ujarnya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


IDI Perkirakan Lonjakan Kasus Berlanjut Hingga Pertengahan Maret

Kasus Covid-19 Akibat 'Son of Omicron' Mulai Meningkat di Inggris, Apa Saja Gejalanya?

Omicron akan Menambah Keburukan Ekonomi?

Lelah Hadapi Pandemi Covid-19, Nakes Australia Mogok Kerja 

Kasus Harian Menurun, UEA Mulai Cabut Pembatasan 

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

[email protected]

Ikuti

× Image
Light Dark