Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

 

4 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Polri Limpahkan Berkas Perkara Edy Mulyadi ke Kejaksaan

Rabu 16 Feb 2022 11:02 WIB

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Ratna Puspita

Bareskrim Polri telah melimpahkan berkas perkara hasil penyidikan tersangka Edy Mulyadi (EM) ke Kejaksaan Agung (Kejagung). (Foto: Edy Mulyadi)

Bareskrim Polri telah melimpahkan berkas perkara hasil penyidikan tersangka Edy Mulyadi (EM) ke Kejaksaan Agung (Kejagung). (Foto: Edy Mulyadi)

Foto: Antara/Adam Bariq
Selepas pelimpahan berkas, kepolisian menunggu respons Kejagung soal kelengkapan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Bareskrim Polri telah melimpahkan berkas perkara hasil penyidikan tersangka Edy Mulyadi (EM) ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Berkas tersebut terkait dengan perkara dugaan ujaran kebencian, dan SARA. 

 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigadir Jenderal (Brigjen) Ahmad Ramadhan mengatakan, pelimpahan berkas dilakukan pada Senin (14/2/2022). “Berkas perkara terhadap tersangka EM, sudah dikirim tahap satu ke jaksa penuntut umum (JPU) di Kejaksaan Agung,” ujar Ramadhan kepada wartawan di Jakarta, Rabu (16/2). 

Baca Juga

Ramadhan menerangkan, selepas pelimpahan berkas tersebut, tim penyidikan di Direktorat Siber Polri menunggu respons Kejagung soal kelengkapan berkas hasil penyidikan tersebut. 

Polri menetapkan Edy Mulyadi sebagai tersangka, dan langsung melakukan penahanan sejak Senin (31/1/2022) lalu. Status hukum tersebut terkait dengan perkara dugaan ujaran kebencian, dan SARA. 

Kasus tersebut berawal dari komentar terbuka tentang penolakan pemindahan ibu kota negara, dari Jakarta, ke Kalimantan Timur (Kaltim). Dalam video yang tersebar di media sosial dan Youtube, Edy Mulyadi mengucapkan kalimat-kalimat penolakan yang dinilai menghina masyarakat di Kalimantan. 

Edy Mulyadi menyebut wilayah ibu kota baru tersebut sebagai daerah yang tak layak dihuni oleh kalangan manusia dengan menyebut daerah ibu kota baru sebagai tempat ‘jin buang anak’. Atas perbuatan tersebut, tim penyidikan menetapkan Edy Mulyadi sebagai tersangka Pasal 45 ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) 11/2008, juncto Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2, juncto Pasal 15 UU 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, juncto Pasal 156 KUH Pidana. 

photo
Gerak cepat polri tuntaskan kasus Edy Mulyadi - (Republika)

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile