Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

14 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kenaikan Kasus Covid-19 di Garut Diprediksi Terus Melaju Hingga Maret

Rabu 16 Feb 2022 23:59 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Nur Aini

Kondisi tempat isolasi terpusat untuk pasien Covid-19 di Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jumat (25/6). Kasus Covid-19 di Kabipaten Garut terus mengalami peningkatan dalam sebulan terakhir.

Kondisi tempat isolasi terpusat untuk pasien Covid-19 di Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jumat (25/6). Kasus Covid-19 di Kabipaten Garut terus mengalami peningkatan dalam sebulan terakhir.

Foto: Republika/Bayu Adji P
Kasus Covid-19 di Kabupaten Garut melonjak sebulan terakhir

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Kasus Covid-19 di Kabipaten Garut terus mengalami peningkatan dalam sebulan terakhir. Jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Garut diprediksi memuncak pada Maret.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut per 16 Februari 2022, terdapat penambahan 184 kasus terkonfirmasi positif dalam sehari terakhir.

Baca Juga

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani, mengakui, penambahan kasus positif Covid-19 memang terus meningkat. Dia memperkirakan, peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Garut masih akan terjadi hingga Maret 2022.

"Perkiraan saya mah lonjakan kali ini akan melebihi puncak saat lonjakan varian delta (pertengahan tahun lalu)," kata dia ketika dikonfirmasi Republika.co.id, Rabu (16/2/2022).

Menurut dia, saat ini penambahan kasus Covid-18 di Kabupaten Garut masih belum mencapai puncaknya. Ia memprediksi, puncak lonjakan kali ini akan terjadi pada Maret 2022.

Leli menjelaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut telah berupaya melakukan antisipasi penanganan menghadapi puncak lonjakan kasus Covid-19. Para tenaga kesehatan (nakes) sudah terus siaga. Tempat isolasi untuk menangani pasien Covid-19, baik di rumah sakit maupun di tempat isolasi terpusat, juga telah ditambah. 

"Namun, ini kayaknya harus ditambah dengan isolasi mandiri di rumah untuk yang bergejala ringan dan tanpa gejala. Sebab, tempat isolasi terpusat tak akan muat untuk menghadapi lonjakan kali ini," kata dia.

Saat ini, di Kabupaten Garut terdapat 852 kasus positif Covid-19 yang aktif. Sebanyak 710 orang menjalani isolasi mandiri dan 142 orang menjalani isolasi di rumah sakit. 

676 Siswa dan Guru Kota Bogor Terpapar Covid-19

Nama Anggota KPU-Bawaslu Pilihan Partai Beredar

Bus Antarmoda Disediakan di Luar Sirkuit Mandalika Selama MotoGP

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile