Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

 

30 Safar 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Ini Kata IDI Soal Kemungkinan Vaksin Covid-19 Booster Keempat

Rabu 02 Mar 2022 10:25 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Andi Nur Aminah

Tenaga kesehatan bersiap menyuntikan vaksin booster (ilustrasi)

Tenaga kesehatan bersiap menyuntikan vaksin booster (ilustrasi)

Foto: Republika/Thoudy Badai
Ini semua bergantung pada keputusan otoritas Kementerian Kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Tim Advokasi Pelaksanaan Vaksinasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Iris Rengganis mengatakan, kemungkinan pemberian vaksin Covid-19 penguat (booster) dosis keempat masih dipantau. Ini semua bergantung pada keputusan otoritas Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

 

"(Pemberian) vaksin Covid-19 dosis keempat masih dilihat," ujar Iris saat mengisi konferensi virtual BNPB Bertema Reinfeksi Covid-19, Apa yang Terjadi Pada Tubuh Kita? Rabu (2/3/2022).

Baca Juga

Lebih lanjut, perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Alergi Imunologi tersebut mengakui, memang ada beberapa yang menyatakan vaksin booster keempat masih diperlukan. Meski dirinya secara pribadi menilai vaksin dosis keempat belum dibutuhkan, ia mengakui pemerintah Indonesia memiliki pertimbangan untuk memberikan vaksin dosis keempat. "Jadi kita tunggu saja dari Kemenkes bagaimana keputusan akhirnya mengenai vaksin Covid-19 booster dosis keempat," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, Covid-19 varian Omicron lebih mudah menular. Ini bisa dilihat tingginya angka infeksi saat ini. Ia menjelaskan, varian yang baru ini ada mutasi sehingga muncul immune escape yang tidak dikenali oleh sistem imun terutama vaksin. Padahal, dia menambahkan, vaksin Covid-19 yang ada dibuat dengan strain Wuhan. 

Kemudian ada mutasi yang lambat laun terjadi namun vaksin masih mempan menghadapinya. Keñdati demikian, mutasi yang kesekian kali terjadi membuat efikasi vaksin berubah. "Contohnya vaksin influenza yang setiap tahun dibuat yang baru dan berbeda karena virus influenza juga berbeda setiap tahunnya dengan yang sebelumnya," ujarnya. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile