Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

 

6 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Pemprov Tingkatkan Sarpars Covid Pasca Libur Panjang

Jumat 04 Mar 2022 17:52 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Bayu Hermawan

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria.

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria.

Foto: Dok Pribadi.
Pemprov DKI antisipasi kenaikan kasus Covid-19 pasca libur panjang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mengatakan, pihaknya akan mempersiapkan dan meningkatkan sarana prasarana penanganan Covid-19 di DKI. Utamanya, kata dia, bed occupancy ratio (BOR), ICU, lab, tenaga kesehatan, obat-obatan, hingga oksigen.

 

"Memang ada peningkatan sedikit (pasca libur panjang) dari sebelumnya. Tapi, Alhamdulillah BOR, dari 6.705 terpakai 2.215, atau turun jadi 33 persen dibanding sebelumnya," kata Riza kepada awak media di Balai Kota DKI, Jumat (4/3).

Baca Juga

Tak hanya itu, menurutnya, ICU di DKI dari kapasitas 960, juga terpakai sekitar 42 persen atau sekitar 431 tempat tidur. Khusus kasus Omikron di DKI, hingga kini, lanjut Riza, ada di kisaran total 4.830 orang, dengan rincian kasus impor 1.775 orang dan transmisi lokal sekitar 3.055 orang.

"Lokalnya ada 63 persen ya," ujarnya.

Ditanya soal libur panjang akhir Februari hingga awal bulan ini, Riza belum bisa menjawabnya. Menurut dia, kenaikan atau penurunan kasus pasca libur panjang itu akan tampak satu atau dua pekan ke depan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia, mengatakan, ada penurunan kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta sejak akhir bulan lalu. Menurut dia, kasus aktif DKI Jakarta hingga Ahad (27/2) lalu, turun di angka 5.006 kasus.

Berdasarkan data Dinkes DKI, kata dia, kasus di waktu yang sama berkisar 3.957 orang dari jumlah spesimen sekitar 36.117 orang. Dwi menambahkan, dari jumlah tersebut, total orang sembuh hingga kini mencapai 1.109.056 dengan tingkat kesembuhan 95,0 persen, dan total 14.609 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,3 persen, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,7 persen. 

"Kami turut mengimbau agar masyarakat juga mewaspadai penularan Varian Omicron yang kini juga meningkat di Jakarta," kata Dwi dalam keterangannya, Senin (28/2). 

 

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile