Wednesday, 9 Rabiul Awwal 1444 / 05 October 2022

Wednesday, 9 Rabiul Awwal 1444 / 05 October 2022

 

9 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Presiden Ukraina Minta Warga Rusia Protes Soal Invasi

Ahad 06 Mar 2022 21:30 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Dwi Murdaningsih

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Dia mengimbau langsung kepada warga Rusia untuk turun ke jalan, Ahad (6/3/2022). Permintaan itu untuk menunjukkan protes terhadap invasi Moskow ke Kiev.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Dia mengimbau langsung kepada warga Rusia untuk turun ke jalan, Ahad (6/3/2022). Permintaan itu untuk menunjukkan protes terhadap invasi Moskow ke Kiev.

Foto: Ukrainian Presidential Press Office via AP
Sejak pekan lalu, ribuan orang di Rusia ditahan karena memprotes invasi ke Ukrania.

REPUBLIKA.CO.ID, LVIV -- Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengimbau langsung kepada warga Rusia untuk turun ke jalan, Ahad (6/3/2022). Permintaan itu untuk menunjukkan protes terhadap invasi Moskow ke Kiev. 

 

"Warga Rusia! Bagi Anda, ini adalah perjuangan tidak hanya untuk perdamaian di Ukraina! Ini adalah perjuangan untuk negara Anda," kata Zelenskiy dalam pidato yang disiarkan televisi, beralih dari bahasa Ukraina ke bahasa Rusia.

Baca Juga

"Jika sekarang Anda diam, hanya kemiskinan yang akan berbicara untuk Anda nanti. Dan hanya penindasan yang akan menjawab," katanya.

Semua bentuk protes di Rusia pada dasarnya menjadi ilegal sejak awal pandemi virus corona karena alasan keamanan. Namun sejak pekan lalu, ribuan orang di Rusia telah ditahan karena memprotes invasi ke Ukraina atau apa yang disebut otoritas Rusia sebagai operasi militer khusus yang dimulai pada 24 Februari 2022.
 
Menurut Zelenskiy, posisi warga Rusia dan Ukraina saat ini sama. Warga Rusia sekarang menghadapi pilihan antara hidup dan perbudakan. 
 
Rusia sekarang memasuki masa depan yang tidak pasti dan terisolasi. Kondisi ini terjadi setelah sanksi internasional menjerumuskan ekonomi negara itu ke dalam krisis dan pihak berwenang menindak media independen dan membatasi akses ke Facebook dan situs media sosial lainnya.

sumber : reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile