Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

 

2 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Merawat Kapal Nelayan Desa Bandengan Kabupaten Cirebon Agar Tetap Mampu Berlayar

Senin 07 Mar 2022 21:13 WIB

Red: Hiru Muhammad

Tampak kapal kayu milik nelayan yang sedang  menjalani pengecetan.

Tampak kapal kayu milik nelayan yang sedang menjalani pengecetan.

Foto: istimewa
Biaya melaut para nelayan hingga Rp 800 ribu perhari

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON--Berbagai upaya untuk meredakan penularan Covid-19 melalui physical distancing, lockdown, hingga penerapan level PPKM berpengaruh pada kegiatan ekonomi, salah satunya adalah perikanan. Imbas dari penerapan kebijakan tersebut membuat sebagian besar nelayan mengalami penurunan pendapatan. Hal ini juga dirasakan oleh para nelayan di Desa Bandengan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. 

 

Menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan, aktivitas penangkapan ikan di Indonesia didominasi oleh nelayan kecil. Lebih dari 90 persen nelayan Indonesia adalah nelayan yang menangkap ikan di daerah pesisir. Perikanan skala kecil ini berperan penting dalam menyediakan mata pencaharian dan ketahanan pangan bagi para nelayan skala kecil dan masyarakat lokal di wilayah pesisir. 

Baca Juga

Desa Bandengan sebagai desa pesisir mayoritas warganya berprofesi sebagai nelayan. "Para nelayan di desa kami ini beragam, ada nelayan besar yang menggunakan kapal besar dengan jumlah ABK 10 - 15 orang dan ada kapal kecil dengan jumlah ABK 2 - 3 Orang," ujar Nursalim, Sekretaris Forum Nelayan Desa Bandengan, Kecamatan Mundu

Kapal Besar dapat digunakan untuk menangkap ikan hingga 10 ton. Ikan yang biasanya ditangkap nelayan adalah teri, kembung, barakuda, dan ikan-iklan lainnya. Sedangkan kapal kecil biasa digunakan untuk menangkap rajungan dengan total muatan mencapai 1 kuintal.

Nursalim menambahkan, biaya melaut para nelayan juga membutuhkan dana yang lumayan, dalam satu hari untuk memenuhi kebutuhan solar, makan dan keperluan melaut lainnya bisa menghabiskan Rp 200 ribu hingga Rp 800 ribu. Selain operasional, di sisi lain nelayan juga harus memperhatikan kondisi kapal agar laik laut, layak melakukan pelayaran. Salah satunya melalui pengecatan berkala untuk melindungi kapal dari korosi dan menghambat tumbuhnya lumut.

PT Nippon Paint Indonesia melalui program CSR Warnai Kehidupan berupaya untuk membantu para nelayan di Desa Bandengan dengan mendonasikan 507 Liter cat yang terdiri dari produk Bee Brand 1000 dan Copper Paint Anti-Fouling.

"Aksi donasi dan pengecatan kapal nelayan di Desa Bandengan ini menjadi bentuk kepedulian Nippon Paint Indonesia agar kapal-kapal tetap terawat, membantu docking sehingga kapal para nelayan di desa Bandengan tetap dalam kondisi laik laut dan memperpanjang usia teknis kapal," kata Topan Wijaksono, Area Sales Manager Nippon Paint Indonesia dalam keterangan tertulisnya Senin (7/2/2022).

Menurutnya Bee Brand 1000 merupakan cat sintetis enamel yang dapat diaplikasikan pada berbagai subtract kayu dan besi baik interior maupun eksterior. Berbasis solvent-based, membuat cat ini mudah diaplikasikan, dan memiliki hasil akhir gloss (mengkilap). Cat ini juga tahan sinar matahari, tahan lama dan lebih cepat kering. Sementara, Copper Paint Anti-Fouling ditujukan untuk mengecat kapal kayu, kapal ikan, yachts, dan lain sebagainya. 

Sekretaris Desa Bandengan Bagian Ekonomi Pembangunan Adi Susanto menyebutkan bantuan donasi cat dari Nippon Paint Indonesia untuk para nelayan di Desa Bandengan ini sungguh berarti. "Kami dapat mengecat kembali 100 kapal nelayan Desa Bandengan, dari kapal yang kecil sampai yang besar. Selain lambung kapal, kami juga mengecat bagian bawah kapal yang rentan lumut. Adanya cat ini dapat meringankan biaya untuk docking atau perbaikan kapal para nelayan," kata Adi. 

Nining Suningsih, Kepala Desa Bandengan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon atau biasa disapa Kuwu Nining mengatakan,"Hampir 90 persen warga Desa Bandengan adalah nelayan. Kehidupan warga ini sangat bergantung pada hasil tangkapan laut. Kalau lagi Musim Barat, para nelayan itu melaut di perairan Kabupaten Cirebon. Tapi, biasanya ramainya tangkapan hasil laut itu hanya sekitar 1 sampai 2 minggu. Nanti, kalau musim Timur atau timuran, biasanya di bulan 7 sampai 10 ini, para nelayan Desa Bandengan melaut ke Jakarta dan Cilacap. Adanya bantuan cat ini membantu nelayan dalam merawat kapalnya agar tetap aman saat melaut."

 

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile