Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

 

18 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

 Muslimah Inggris Pelajari Praktik Pengurusan Jenazah

Selasa 08 Mar 2022 19:49 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Agung Sasongko

Diskusi antarmuslimah di Inggris.  Muslimah Inggris Pelajari Praktik Pengurusan Jenazah

Diskusi antarmuslimah di Inggris.  Muslimah Inggris Pelajari Praktik Pengurusan Jenazah

Foto: iwpeace
Muslimah Inggris pelajari memandikan dan mengkafani jenazah.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Sekitar 90 wanita menghadiri lokakarya pengurusan  jenazah untuk Muslimah di Pusat Komunitas Belgrave di London Timur. Mereka diperlihatkan teknik memandikan dan mengkafani dengan manekin.

 

Sebuah badan amal duka, Supporting Humanity kini mengadakan lokakarya untuk melatih relawan muda untuk melaksanakan ritual wajib Islam. "Inisiatif datang pasca pandemi ketika jumlah kematian meningkat (dan mereka) membutuhkan lebih banyak orang untuk membantu pemakaman," kata Kepala Operasi, Tahreem Noor dilansir dari laman BBC pada Selasa (8/3).

Baca Juga

Menurut tradisi Islam, ghusl (mandi wajib) adalah bentuk wudhu, atau mandi, yang melibatkan pembersihan tubuh dari kotoran. Ghusl ada beberapa jenis, seperti setelah melahirkan dan haid. Sementara yang dilakukan pada seorang Muslim yang meninggal disebut mandi jenazah.

Biasanya dilakukan oleh anggota keluarga yang berjenis kelamin sama dengan orang yang sudah meninggal. Ini melibatkan mencuci semua bagian tubuh dengan sabun dan air dengan cara tertentu sambil menjaga privasi dan martabat.

"Kami membutuhkan hingga enam sukarelawan untuk melakukan satu Ghusl,"  kata pelatih dan melakukan Ghusl dari Supporting Humanity, Salma Patel.

Selama pembatasan Covid, dia mengatakan banyak keluarga ditolak melakukan ritual keagamaan untuk orang yang mereka cintai. Kemudian itu diserahkan kepada sukarelawan seperti dia untuk membersihkan dan mengkafani sekitar tiga mayat sehari selama puncak pandemi.

"Kita bisa mendapatkan telepon untuk membantu di pemakaman dalam waktu singkat," lanjutnya.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile