Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

29 Safar 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

McDonald's Rusia Tutup, Perang Dingin Baru Dimulai?

Kamis 10 Mar 2022 01:27 WIB

Rep: Fitriyan Zamzami/ Red: Partner

.

.

Pembukaan warung McDonald's di Soviet pada masa lalu adalah salah satu penanda berakhirnya Perang Dingin.

Seturut serangan ke Ukraina, sanksi-sanski terus dikenakan pada negara Rusia. Yang terkini, waralaba-waralaba populer menutup ribuan gerai mereka. Yang paling menyolok adalah penutupan gerai-gerai McDonald's yang jumlahnya mendekati seribuan warung.

Hal ini sedianya simbolisme yang sangat kuat. Begini ceritanya.

Bukan rahasia, Perang Dingin bukan hanya pertarungan di medan perang. Ia juga adalah perang propaganda soal cara hidup mana yang lebih baik bagi manusia, komunisme ala Uni Soviet atau kapitalisme Amerika Serikat.

Pada 1970-an, tulis Julietta Bisharyan dari Universitas California, Perdana Menteri Uni Soviet Nikita Khrushchev untuk pertama kalinya menyesap minuman ringan Pepsi yang ditawarkan Richard Nixon yang kala itu menjabat sebagai wakil presiden Amerika Serikat.

Ratusan orang mengantre saat pembukaan perdana restoran McDonald di Alun-Alun Pushkin, Moskow, pada 31 Januari 1990. (Alexander Zemlianichenko/AP)
Ratusan orang mengantre saat pembukaan perdana restoran McDonald di Alun-Alun Pushkin, Moskow, pada 31 Januari 1990. (Alexander Zemlianichenko/AP)

Khrushchev kepincut dan Pepsi kemudian meneken kerja sama dengan pemerintah Uni Coviet. Rekahan pertama di Tirai Besi yang selama ini tertutup bagi produk-produk kapitalis AS mulai terbentuk.

Menyusul kejadian itu, Amerika Serikat kian masif mengkampanyekan gaya hidup kapitalis melalui film dan serial TV Hollywood, musik populer, olahraga bola basket, sandang bermerek. Mereka jadi ujung tombak infiltrasi kebudayaan pada masa Perang Dingin.

McDonald's pada masa itu, tak semata warung waralaba. Ia juga simbol kedigdayaan gaya hidup Amerika Serikat. Pada akhirnya, didorong berbagai faktor, Amerika yang berjaya dalam perang kebudayaan tersebut.

Komunisme tak hanya hancur bersama rubuhnya tembok besar di Berlin. Komunisme tak semata kehilangan daya di ladang-ladang perang di Afghanistan. Kejatuhan komunisme juga terpatri pada satu pagi yang dingin pada 31 Januari 1990 di Lapangan Pushkin, Moskow.

Ratusan orang mengantre saat pembukaan perdana restoran McDonald's di Lapangan Puskhin, Moskow, pada 1990. - (mcdonalds)
Ratusan orang mengantre saat pembukaan perdana restoran McDonald's di Lapangan Puskhin, Moskow, pada 1990. - (mcdonalds)

Saat itu, Associated Press (AP) melaporkan, 30 ribu warga mengantre sekilometer lebih menuju bangunan dengan dua lengkung emas di atasnya. Menanti dengan sabar untuk membelanjakan rubel-rubel yang mereka tabung untuk sepotong hamburger dan kentang goreng.

Pagi itu, untuk pertama kalinya McDonald's beroperasi di Uni Soviet setelah bertahun-tahun mencoba. Ia juga buah dari upaya penyelamatan Uni Soviet melalui program Glasnot dan Prestroika Presiden Mikhail Gorbachev.

"McDonald's adalah simbol perbudakan kapitalis. Amerika dan Barat mencoba menghancurkan jiwa kita dan menggantikannya dengan konsumerisme kasar," seorang perempuan berteriak pada kerumunan yang mengabaikannya seperti diriwayatkan AP kemudian. Orang-orang tak peduli, tak sabar mencicipi sekutip kemewahan dari luar Tirai Besi.

Dua tahun setelah McDonald's berdiri di Moskow, Uni Soviet bubar, tak ada lagi. Rusia, yang demikian terpuruk perekonomiannya terpaksa beralih ke pasar bebas. Amerika Serikat dengan demokrasi liberal dan sistem ekonomi neoliberalnya akhirnya berdiri sendirian sebagai negara adidaya tunggal di dunia.

Artinya, penutupan McDonald's belakangan menutup babak damai selepas Perang Dingin tersebut dan sangat mungkin jadi simbol dimulainya perang dingin baru.

sumber : https://rihlah.republika.co.id/posts/71525/mcdonald-s-rusia-tutup-perang-dingin-baru-dimulai-
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile