Jumat 11 Mar 2022 18:16 WIB

Dinas: Rusunawa Nelayan di Mataram Ditempati Usai MotoGP

Pemkot Mataram sebut rumah susun nelayan baru bisa ditempati usai acara Motogp.

Red: Bilal Ramadhan
Foto udara proyek pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Lingkungan Bintaro Jaya, Kelurahan Bintaro, Ampenan, Mataram, NTB, Rabu (1/9/2021). Proyek pembangunan rusunawa yang bersumber dari dana Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebesar Rp19 miliar tersebut dibangun untuk hunian sehat nelayan yang rawan terdampak abrasi pantai dan ditargetkan pembangunannya selesai pada November 2021.
Foto: Antara/Ahmad Subaidi
Foto udara proyek pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Lingkungan Bintaro Jaya, Kelurahan Bintaro, Ampenan, Mataram, NTB, Rabu (1/9/2021). Proyek pembangunan rusunawa yang bersumber dari dana Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebesar Rp19 miliar tersebut dibangun untuk hunian sehat nelayan yang rawan terdampak abrasi pantai dan ditargetkan pembangunannya selesai pada November 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) nelayan di Bintaro Ampenan, akan ditempati seusai perhelatan akbar Motogp di Sirkuit Mandalika.

"Meskipun kondisi rusunawa sudah siap ditempati dan SK nama-nama calon penghuni sudah ditandatangani Pak Wali (Wali Kota Mataram), tapi kita tidak bisa merelokasi nelayan saat ini," kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Mataram M Nazaruddin Fikri di Mataram, NTB, Jumat (11/3/2022).

Baca Juga

Alasannya, kata Nazaruddin, rusunawatiga lantai dan memiliki 44 unit kamar itu menjadi cadangan penginapan tamu Motogp yang dijadwalkan berlangsung 18-20 Maret 2022.

Rusunawa nelayan Bintaro masuk jadi cadangan penginapan tamu Motogp, karena sebulan lalu informasinya ketersediaan kamar di Pulau Lombok sudah penuh. "Padahal, sampai sekarang informasi dari Dinas Pariwisata NTB terdata masih ada sekitar 3.000 lebih," katanya.