Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

 

20 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Pascabanjir di Kabupaten Malang, BPBD Lakukan Pembersihan Sisa Material Banjir

Selasa 15 Mar 2022 08:52 WIB

Rep: wilda fizriyani/ Red: Hiru Muhammad

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang melakukan pembersihan terhadap sisa material banjir di sejumlah desa di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Selasa (15/3/2022).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang melakukan pembersihan terhadap sisa material banjir di sejumlah desa di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Selasa (15/3/2022).

Foto: Dok. BPBD Kabupaten Malang
Banjir telah menerjang sejumlah desa di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan sejumlah instansi serta relawan melakukan pembersihan sisa material banjir di sejumlah desa wilayah Pakis, Kabupaten Malang, Selasa (15/3/2022). Pembersihan terutama dilakukan di jalan, rumah penduduk, fasilitas umum, mushala, sekolah dan TPQ. 

 

"Dan juga di saluran air yang tersumbat material rumpun bambu yang bisa memungkinkan luapan air sungai," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang saat dikonfirmasi, Selasa (15/3/2022).

Baca Juga

Seperti diketahui, banjir telah menerjang sejumlah desa di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Senin (14/3/2022). Adapun desa-desa yang terdampak tersebut antara lain Desa Mangliawan, Desa Saptorenggo, Desa Ampeldento dan Desa Asrikaton. 

Menurut Sadono, banjir yang terjadi di Kecamatan Pakis dilatarbelakangi hujan deras yang terjadi mulai Senin (14/3/2022) sore sampai malam. Situasi ini pun menyebabkan rumah warga dan fasilitas umum sempat terkendam banjir hingga 1,5 meter. 

Akibat banjir tersebut, setidaknya ada 98 rumah yang ikut terdampak di Desa Mangliawan. Sementara itu, di Desa Saptorenggo terdapat 18 rumah yang sempat terendam air banjir. Kemudian sembilan rumah terdampak banjir di Desa Ampeldento dan 14 rumah di Desa Asrikaton."Dan saat ini kebutuhan mendesaknya adalah pakaian dan kebutuhan pokok sembako," ucapnya.

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile