Monday, 10 Muharram 1444 / 08 August 2022

Monday, 10 Muharram 1444 / 08 August 2022

10 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Xi Jinping Telepon Jokowi, Bahas Kereta Cepat Bandung Hingga Isu Perang Ukraina

Rabu 16 Mar 2022 15:20 WIB

Red: Teguh Firmansyah

 Presiden China Xi Jinping.

Presiden China Xi Jinping.

Foto: AP/Andy Wong
Xi berharap jaringan kereta api cepat Jakarta-Bandung beroperasi sesuai jadwal.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Presiden China Xi Jinping melakukan percakapan telepon dengan Presiden RI Joko Widodo, Rabu (16/3/2022) sore. Keduanya membicarakan berbagai hal, termasuk G20, krisis Ukraina dan proyek kereta api cepat.

"China mendukung Indonesia memainkan peran penting sebagai Presiden G20 dengan tema 'Recover Together, Recover Stronger' hingga KTT Bali terlaksana dengan baik," kata Presiden Xi seperti dikutip media-media setempat.

Baca Juga

Dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan tantangan global, kata Xi, kedua negara telah bergandeng tangan untuk memeranginya dan memajukan pola hubungan bilateral baru "four-wheel drive" di bidang politik, ekonomi, budaya, dan maritim.

Ia menekankan pentingnya kedua negara untuk segera mengimplementasikan konsensus terkait peningkatan kerja sama vaksin Covid-19 dalam memerangi Coronavirus. Pemerintah kedua negara, lanjut Xi, juga harus bisa menjamin jaringan kereta api cepat Jakarta-Bandung beroperasi sesuai jadwal.

"China bersikap positif terhadap proyek-proyek (di Indonesia) selama kondusif untuk pembangunan di Indonesia dan bagi kelangsungan kerja sama antara kedua negara," ucap Xi.

Ia juga mengajak Indonesia bersama-sama menjaga stabilitas pasar global dan rantai pasokan."China bersedia mempererat komunikasi dengan Indonesia untuk sama-sama memberikan energi yang positif," ujarnya.

Kedua kepala negara tersebut juga bertukar pikiran mengenai isu terkini terkait krisis Ukraina.Xi dan Jokowi sependapat agar Rusia dan Ukraina melakukan dialog lebih lanjut untuk mencegah meluasnya krisis kemanusiaan, demikian dilaporkan sejumlah media.

sumber : Antara
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile