Demi Kesiapsiagaan Terhadap Potensi Bencana, Personil BPBD Diimbau Kurangi Tidur

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Muhammad Fakhruddin

Demi Kesiapsiagaan Terhadap Potensi Bencana, Personil BPBD Diimbau Kurangi Tidur (ilustrasi).
Demi Kesiapsiagaan Terhadap Potensi Bencana, Personil BPBD Diimbau Kurangi Tidur (ilustrasi). | Foto: Wihdan Hidayat / Republika

REPUBLIKA.CO.ID,SEMARANG -- Seluruh personil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Jawa Tengah diminta untuk mengurangi waktu tidur mereka guna memastikan wilayah masing- masing terpantau aman dari ancaman bencana alam.

Tak hanya itu, patroli --untuk memantau kawasan- kawasan rawan bencana-- di wilayah masing- masing juga ditingkatkan, sebagai bentuk antisipasi serta kewaspadaan BPBD terhadap potensi bencana di daerah.

“Semua mesti siaga dan saya minta BPBD pantau dan cek terus kondisi di titik- titik rawan bencana yang ada di wilayahnya,” tegas Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (17/3).  

Kondisi bencana alam di Jawa Tengah, lanjutnya, hari ini sudah berangsur- angsur membaik, sejumlah daerah yang dilanda banjir juga sudah mulai surut dan pengungsi sudah mulai kembali ke rumah masing- masing.

Baca Juga

Tak hanya itu, logistik untuk penanganan bencana juga sudah tersedia dan semuanya siap. Tetapi kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentinga kebencanaan masih diperlukan, mengingat potensi bencana masih ada.

Karena kondisi curah hujan di sejumlah daerah d Jawa Tengah masih cukup tinggi. “Saat mengecek banjir di Purworejo, Banyumas dan Kebumen kemarin –informasinya-- curah hujan masih sangat tinggi dan bahkan masuk level ekstrem, karena lebih dari 200 milimeter,” katanya.

Curah hujan yang tinggi tersebut telah membuat beberapa tanggul sungai jebol di beberapa tempat hingga debit air yang melonjak kemudian meluap dan menggenang beberapa pemukiman warga.

Maka ia juga minta bantuan bupati/ wali kota untuk rajin patrol dan mengontrol sungai-sungai yang ada di daerahnya. “Intinya, kalau menemukan ada titik rawan, segera komunikasi dengan BBWS setempat agar dicarikan solusi,” tegas Ganjar.

Pun demikian, tambahnya, beberapa tanggul sungai yang jebol bakal segera diperbaiki secara permanen --saat banjir mulai surut dan curah hujan berkurang-- oleh BBWS. Sementara untuk titik rawan lainnya dan sifatnya darurat, harus dilakukan secara bersama- sama.

Tak lupa, gubernur juga terus menghimbau agar semua pihak mencermati laporan perkembangan ciaca oleh BMKG dan semua semua informasi harus dipantau tiap hari dan disampaikan juga kepada masyarakat.

Selain harus tetap bersahabat dengan alam, namun pemanfaatan teknologi dan pengetahuan yang berkaitan dengan pengamatan cuaca harus terus dioptimalkan.

“InsyaAllah kawan- kawan BPBD dan unsur penanganan kebencanaan lainnya di Jawa Tengah, semuanya telah siap dalam menangani setiap bencana alam yang terjadi,” tandas Ganjar.

Terkait


Dalam Dua Bulan, Kota Sukabumi Diterjang 54 Kejadian Bencana dan Kerugian Rp 6,2 Miliar

Rawan Bencana, PPSDM Geominerba Berikan Pelatihan Tangguh Bencana di Sumbar

BPBD Pamekasan Evakuasi Material Longsor Bukit Kasangkah

Pemkab Rembang Upayakan Pembangunan Tanggul Usai Banjir dan Tanah Longsor

Banjir di Pasuruan, Jatim Akibatkan 7. 275 Warga Terdampak

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark