Thursday, 1 Zulhijjah 1443 / 30 June 2022

Thursday, 1 Zulhijjah 1443 / 30 June 2022

1 Zulhijjah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

BNPB: Ratusan Warga Masih Mengungsi Akibat Banjir di Sigi Sulteng

Selasa 22 Mar 2022 05:57 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Warga berada di sekitar jembatan gantung yang dibangun kembali setelah diterjang banjir bandang di Desa Sunju, Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis (24/2/2022). Pemerintah setempat membangun kembali jembatan gantung yang telah dua kali ambruk akibat banjir bandang itu untuk memperpendek jarak tempuh warga dari dan menuju ke desa.Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memantau hampir sepekan banjir terjadi di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Akibatnya, puluhan keluarga masih mengungsi.

Warga berada di sekitar jembatan gantung yang dibangun kembali setelah diterjang banjir bandang di Desa Sunju, Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis (24/2/2022). Pemerintah setempat membangun kembali jembatan gantung yang telah dua kali ambruk akibat banjir bandang itu untuk memperpendek jarak tempuh warga dari dan menuju ke desa.Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memantau hampir sepekan banjir terjadi di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Akibatnya, puluhan keluarga masih mengungsi.

Foto: Antara/Basri Marzuki
59 KK atau 230 warga masih di pos pengungsian maupun rumah kerabat akibat banjir

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memantau hampir sepekan banjir terjadi di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Akibatnya, puluhan keluarga masih mengungsi. 

Banjir yang melanda dua desa di Sigi berlangsung sejak Kamis lalu (17/3), pukul 18.30 waktu setempat. Berdasarkan data yang diperoleh BNPB pada Selasa (22/3), petugas BPBD setempat yang dibantu dinas-dinas terkait memberikan pelayanan dasar kepada mereka yang mengungsi.

BPBD mengoperasikan dapur untuk untuk pelayanan makan dan minum warga. Di samping itu, petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi bersiaga di 3 titik pengungsian. 

"Sebanyak 59 KK atau 230 warga masih berada di pos pengungsian maupun rumah kerabat terdekat," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan pers, Selasa (22/3).

Abdul menyebut 70 KK terdampak sebagaimana dilaporkan oleh BPBD setempat umumnya berasal dari Desa Sejahtera dan Uenuni di Kecamatan Palolo. 

Untuk data sementara kerugian material, ada rumah rusak berat 5 unit, rusak sedang 14 dan rusak ringan 49. Kerusakan juga berdampak pada tempat usaha di Pasar Uenuni sebanyak 50 unit. 

Sedangkan pada sektor infrastruktur, BPBD mengidentifikasi jembatan rusak 2 unit, jalan desa rusak berat sepanjang 3 km, penangkap air rusak berat 1 unit serta jaringan pipa air bersih 100 meter.  

"Dilaporkan juga kerugian pada sektor perkebunan seluas 5 hektar lahan kebun yang terendam banjir," ujar Abdul. 

Banjir yang terjadi pada Kamis (17/3) berlangsung setelah hujan lebat mengguyur Kecamatan Palolo. Hujan deras memicu debit air Sungai Motou meluap. Pada analisis inaRISK, Kecamatan Palolo termasuk 13 kecamatan di Kabupaten Sigi yang memiliki potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. 

"BNPB mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir yang lebih buruk. Prakiraan cuaca pada hari ini, Selasa (23/3), wilayah Palolo masih berpeluang hujan dengan intensitas ringan," ucap Abdul. 

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile