Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

 

30 Safar 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Antibodi Monoklonal AstraZeneca Tampak Menjanjikan, Termasuk Buat Lawan 'Son of Omicron'

Selasa 22 Mar 2022 17:35 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Evusheld, obat antibodi Covid-19 buatan AstraZeneca, telah mendapat persetujuan dari FDA. Obat antibodi ini diklaim juga ampuh untuk melawan subvarian omicron.

Evusheld, obat antibodi Covid-19 buatan AstraZeneca, telah mendapat persetujuan dari FDA. Obat antibodi ini diklaim juga ampuh untuk melawan subvarian omicron.

Foto: AP
Obat antibodi monoklonal AstraZeneca tampa mampu memangkas jumlah virus corona.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Obat Evusheld yang dikembangkan oleh AstraZeneca tampak memiliki kemampuan yang menjanjikan untuk melawan subvarian omicron, termasuk yang dijuluki "Son of Omicron". Hal ini diketahui lewat studi laboratorium independen yang dilakukan oleh Washington University.

 

Studi ini bertujuan untuk mengetahui efek dari Evusheld terhadap subvarian-subvarian omicron. Evusheld sendiri merupakan obat "koktail" antibodi yang mengombinasikan dua antibodi monoklonal long-acting.

Kedua antibodi tersebut bekerja dengan cara mengikatkan diri ke spike protein yang ada di permukaan virus SARS-CoV-2. Cara ini akan menghalau virus untuk bisa menempel dan memasuki sel manusia.

Data dari Washington University menunjukkan bahwa obat Evusheld berhasil memangkas jumlah virus atau muatan virus yang terdeteksi pada setiap sampel subvarian omicron yang dites pada paru-paru tikus. Subvarian omicron yang dites adalah BA.1, BA.1.1, dan BA.2.

Studi yang belum melalui peninjauan sejawat ini juga menunjukkan bahwa Evusheld dapat membatasi peradangan pada paru-paru. Seperti diketahui, kondisi tersebut merupakan gejala paling berbahaya pada infeksi Covid-19 berat.

"Temuan ini semakin mendukung Evusheld sebagai opsi penting yang potensial untuk membantu melindungi pasien rentan, seperti pengidap gangguan imun, yang bisa mengalami kondisi berat bila terinfeksi Covid-19," jelas Kepala Late Development, Vaccine, & Immune Therapies AstraZeneca, John Perez, seperti dilansir Express, Selasa (22/3/2022).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile