Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

13 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Apakah Anak-Anak Perlu Vaksin Covid-19 Booster?

Selasa 22 Mar 2022 20:50 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Friska Yolandha

Petugas medis menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada anak saat vaksinasi massal di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (19/2/2022). Presiden Joko Widodo meminta percepatan vaksinasi COVID-19 terutama bagi kelompok lansia dan anak-anak di tengah naiknya kasus penularan wabah tersebut termasuk penyebaran varian omicron.

Petugas medis menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada anak saat vaksinasi massal di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (19/2/2022). Presiden Joko Widodo meminta percepatan vaksinasi COVID-19 terutama bagi kelompok lansia dan anak-anak di tengah naiknya kasus penularan wabah tersebut termasuk penyebaran varian omicron.

Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya
Vaksin booster diprioritaskan untuk usia 18 tahun ke atas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anak-anak telah diputuskan menjadi target sasaran mendapatkan vaksin Covid-19 primer dua dosis lengkap. Namun, pemerintah belum menetapkan anak-anak usia 6 hingga 17 tahun untuk mendapatkan vaksin Covid-19 penguat (booster).

"Terkait kemungkinan vaksin Covid-19 booster untuk anak, pemerintah melalui surat edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menetapkan vaksin booster untuk orang berusia lebih dari 18 tahun," kata Juru Bicara (Jubir) Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro, Selasa (22/3/2022).

Baca Juga

Artinya, dia melanjutkan, vaksin Covid-19 booster diperuntukkan bagi umur 18 tahun ke atas. Sedangkan, anak-anak yang masih sekolah diprioritaskan mendapatkan vaksin Covid-19 primer dua dosis. 

Apalagi, cakupan vaksinasi Covid-19 dua dosis untuk anak belum 100 persen dari target sasaran hingga sekarang. Jadi, harus dipastikan bagi anak usia 6 tahun ke atas yang belum mendapatkan vaksin primer dua dosis bisa segera diberikan. Meski belum mendapatkan booster, Reisa meminta yang penting anak-anak segera mendapatkan vaksin Covid-19 dosis primer dan protokol kesehatan (prokes) tetap dilakukan. Sebab, dia melanjutkan, berbagai aktivitas sudah dilakukan dan anak-anak sudah mulai melakukan kegiatan di luar rumah. 

Di antaranya embelajaran tatap muka (PTM) di sekolah dan banyak melakukan kegiatan produktif. Oleh karena itu, Reisa meminta anak-anak bisa dibiasakan menjalankan prokes. Jadi, ia meminta anak-anak harus tahu cara memakai masker yang baik dan benar serta melepasnya bagaimana, kemudian menjaga jarak, hingga mencuci tangan. 

"Supaya anak-anak menerapkan prokes, diperlukan kerja sama yang baik dari keluarga dan pihak sekolah," katanya.

Sementara itu, Reisa meminta masyarakat yang berusia 18 tahun ke atas supaya penting mendapatkan vaksin booster. Upaya ini pemting dilakukan sebagai salah satu langkah proteksi diri bagi target sasaran yang telah mendapatkan vaksin dosis primer sebanyak dua dosis yang sudah lewat dari 6 bulan. 

"Karena berdasarkan riset semua merek vaksin, pasti terjadi penurunan antibodi untuk perlindungan Covid-19," ujarnya.

Sehingga, vaksin booster ini diperlukan supaya meningkatkan lagi antibodinya dan bisa memberikan proteksi terhadap diri supaya lebih kuat lagi menghadapi Covid-19 ke depannya. Apalagi, dia melanjutkan, vaksin booster untuk melindungi kelompok rentan. Jadi, kelompok lanjut usia (lansia) maupun nonlansia, baik itu mereka yang sudah terinfeksi ataupun yang belum penting untuk mendapatkan vaksin Covid-19 booster. 

Reisa menjelaskan, ketika sudah lewat dari jeda 3 bulan setelah vaksin primer bisa mendapatkan vaksin booster. Ia menjelaskan, vaksin booster sudah terbukti berdasarkan penelitian bisa memberikan perlindungan hingga 91 persen dari risiko terburuk Covid-19. 

Meski tidak membuat otomatis kebal, dia melanjutkan, paling tidak booster memberikan perlindungan kalaupun terinfeksi bisa mengalami gejala yang lebih ringan dan menurunkan risiko kematian. 

"Jadi, bagi yang belum mendapatkan booster supaya jangan ragu. Dibutuhkan peningkatan dosis antibodi di tubuh kita," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile