Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

 

4 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Ahli Ingatkan Kemungkinan Munculnya Covid-19 Varian Baru yang Lebih Berbahaya

Rabu 23 Mar 2022 11:01 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Qommarria Rostanti

Para ahli kesehatan mengingatkan kemungkinan munculnya varian baru Covid-19 yang lebih berbahaya. (ilustrasi)

Para ahli kesehatan mengingatkan kemungkinan munculnya varian baru Covid-19 yang lebih berbahaya. (ilustrasi)

Foto: republika
Lebih dari 60 kasus varian bermutasi telah dilaporkan di Prancis, Belanda, dan AS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Covid-19 strain baru yang berupa campuran varian delta dan omicron (deltacron) telah terlihat. Ada sekitar 30 kasus yang dilaporkan di Inggris.

 

Pakar medis dan ilmuwan sekarang memperingatkan keparahan delta yang dikombinasikan dengan daya menular omicron bisa menjadi masalah. Tapi mereka juga memuji kekebalan yang tumbuh terhadap virus sebagai hal yang positif.

Baca Juga

Asal-usul varian baru diyakini muncul di Prancis di mana seorang pria tua diuji dan ditemukan memiliki pola virus yang berbeda dengan contoh sebelumnya. Temuan itu dilaporkan oleh Institut Pasteur di Paris. Hasil menunjukkan sebagian besar pola genetik sampel cocok dengan yang ditampilkan oleh varian delta.

Strain baru tampaknya telah menyebar ke beberapa negara Eropa. Lebih dari 60 kasus varian bermutasi kini telah dilaporkan di Prancis, Belanda, Denmark, dan Amerika Serikat.

Yang lebih memprihatinkan adalah gagasan bahwa deltacron memiliki variasi sendiri di dalamnya. Para ilmuwan di Institut Pasteur telah mengisyaratkan strain yang ditemukan di Inggris dan AS tampaknya memiliki pengkodean yang sedikit berbeda dengan yang ditemukan di Eropa.

Para peneliti telah menyarankan untuk menambahkan nomor ke setiap strain untuk memisahkan dan mengidentifikasi mereka secara individual. Pencampuran virus semacam itu tidak jarang dan dikenal sebagai rekombinasi.

Fenomena ini tampaknya terjadi secara acak ketika virus bereplikasi. Ini berarti keduanya beredar dalam populasi. Ada peluang bagi mereka untuk menginfeksi manusia secara bersamaan dan peluang terjadinya rekombinasi meningkat. Ini akan menjadi situasi ketika omicron muncul untuk menggantikan delta sebagai bentuk paling dominan di seluruh dunia.

Rekombinasi biasanya menciptakan virus baru yang tidak dapat hidup. Pasalnya pencampuran gen yang berbeda dapat mengganggu kemampuan virus untuk membuat protein yang dibutuhkannya untuk bertahan hidup.

Ada juga strain lain yang dikenal sebagai "varian siluman". Yang lebih dikenal dari dua varian, ini adalah subgaris keturunan langsung dari omicron juga dikenal sebagai BA.2 (omicron adalah BA.1) dan pertama kali ditemukan di Inggris pada Desember.

The UK Health Security Agency (UKHSA) saat ini melabelinya sebagai varian yang sedang diselidiki dibandingkan varian yang menjadi perhatian. Tapi terkadang ada yang bertahan, dan sepertinya itulah yang terjadi dengan deltacron.

Menulis tentang strain baru di Twitter, Profesor Adrian Esterman, mantan ahli epidemiologi WHO mengatakan, "Angka reproduksi dasar untuk BA.2 adalah sekitar 12. Ini membuatnya cukup dekat dengan campak, penyakit paling menular yang kita ketahui," ujarnya seperti dilansir di laman Express, Rabu (23/3/2022).

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile