Rabu 23 Mar 2022 18:21 WIB

Menlu China akan Kunjungi India untuk Pertama Kalinya Sejak Bentrokan Mematikan

Kunjungan Menlu China ke India merupakan kunjungan pertama sejak bentrokan di 2020

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Esthi Maharani
Menlu China Wang Yi akan mengunjungi India. Kunjungan ini merupakan kunjungan tingkat tertinggi pertama Beijing sejak bentrokan mematikan di sepanjang perbatasan mereka pada 2020.
Foto: EPA
Menlu China Wang Yi akan mengunjungi India. Kunjungan ini merupakan kunjungan tingkat tertinggi pertama Beijing sejak bentrokan mematikan di sepanjang perbatasan mereka pada 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Menteri Luar Negeri China Wang Yi akan mengunjungi India pada Jumat (25/3/2022). Seorang pejabat mengetahui masalah tersebut mengatakan, ini merupakan kunjungan tingkat tertinggi pertama Beijing sejak bentrokan mematikan di sepanjang perbatasan mereka pada 2020.

Wang dijadwalkan bertemu dengan Penasihat Keamanan Nasional India, Ajit Doval dan Menteri Luar Negeri India S. Jaishankar. Mereka akan membahas perang Rusia di Ukraina dan konflik di Himalaya.

"India dan China terus mencari resolusi untuk perselisihan perbatasan dalam beberapa bulan terakhir," kata pejabat itu, dilansir Alarabiya, Rabu (23/3/2022).

India dan China telah mengambil posisi yang sama terhadap Rusia. Kedua negara tersebut menyerukan perdamaian, dan abstain dari pemungutan suara pada rancangan resolusi PBB yang menyerukan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menarik pasukan dari Ukraina.

Hingga saat ini, India belum menjatuhkan sanksi maupun mengkritik Rusia terkait operasi militer khusus di Ukraina. Rusia merupakan pemasok utama senjata ke India. Langkah India ini bertentangan sikap yang diambil oleh  sesama anggota negara Quad, yang terdiri dari Amerika Serikat (AS), Australia, dan Jepang.

Sebelumnya Presiden AS Joe Biden menyindir posisi India terhadap konflik Rusia-Ukraina, yang berbeda dibandingkan dengan negara anggota Quad lainnya. Perdana Menteri Australia Scott Morrison dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida, menekan Perdana Menteri India Narendra Modi tentang sikap New Delhi terhadap Rusia.

Terkait dengan sengketa perbatasan India dan Cina, kedua pihak sepakat untuk menarik kembali pasukan dari tiga titik gesekan di sepanjang perbatasan Himalaya. Masing-masing pihak memindahkan ribuan tentara, senjata artileri, tank, dan jet tempur ke perbatasan sejak perselisihan dimulai dua tahun lalu.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement