Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

 

8 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Di Rumah Ada yang Kena TB? Begini Cara Cegah Penularannya

Jumat 25 Mar 2022 07:12 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Batuk (ilustrasi). Penderita tuberkulosis (TB) dapat menyebarkan penyakitnya ketika tidak menerapkan etiket batuk. Udara di rumah bisa menjadi tidak steril karena bisa saja dapat mengandung percik renik yang dihasilkan penderita TB ketika berbicara, menyanyi, bersin, atau batuk.

Batuk (ilustrasi). Penderita tuberkulosis (TB) dapat menyebarkan penyakitnya ketika tidak menerapkan etiket batuk. Udara di rumah bisa menjadi tidak steril karena bisa saja dapat mengandung percik renik yang dihasilkan penderita TB ketika berbicara, menyanyi, bersin, atau batuk.

Foto: Flickr
Udara di rumah bisa terkontaminasi bakteri penyebab TB dari batuk penderitanya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penularan penyakit tuberkulosis (TB) di rumah bisa dicegah. Salah satunya dengan menempatkan pasien di ruangan terpisah dari anggota keluarga lain, menurut dokter spesialis penyakit mikrobiologi klinik dr Dimas Seto Prasetyo SpMK(K).

 

"Pasien sebaiknya ditempatkan dalam kamar terpisah serta menggunakan ruangan yang berbeda dengan penghuni rumah lain, misalnya kamar mandi terpisah," ujar dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Univesitas Indonesia (RSUI) itu melalui siaran persnya, Jumat (25/3/2022).

Baca Juga

Selain itu, pasien membutuhkan perawat atau pengawas minum obat. Anggota keluarga yang merawat perlu mengenakan masker bedah ketika memasuki kamar penderita TB.

Upaya pencegahan lainnya ialah memastikan ventilasi kamar pasien dan rumah dijaga baik. Dimas merekomendasikan melakukan pembersihan area yang mungkin terkena percikan droplet pasien TB dengan desinfektan yang sesuai.

Selain itu, jaga udara di rumah tetap sehat. Misalnya, jika aman, maka sebaiknya buka pintu dan jendela supaya udara masuk. Jika memungkinkan, buka beberapa jendela dan pintu.

"Jika kondisi tidak aman misalnya risiko anak jatuh, polusi udara tinggi, tercetus asma, jangan buka jendela," kata dia.

Selain itu, gunakan kipas angin untuk mengarahkan udara ke luar rumah. Jika tersedia, gunakan exhaust.

Apabila rumah memiliki AC sentral dengan filter, pastikan ukuran filter telah sesuai. Jangan lupa bersihkan filter secara rutin.

TB disebabkan infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang ditularkan melalui percik renik saat bersin/batuk, berbicara, menyanyi. Karakteristik umum bakteri ini antara lain dapat bertahan di benda mati selama berbulan-bulan, jika tidak terpajan sinar matahari, kemudian dapat dimatikan dengan pemanasan 60 derajat Celsius selama empat menit.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile