Monday, 4 Jumadil Awwal 1444 / 28 November 2022

Monday, 4 Jumadil Awwal 1444 / 28 November 2022

4 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Mengapa Urusi Minyak Goreng? Ini Jawaban Megawati

Senin 28 Mar 2022 15:04 WIB

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Teguh Firmansyah

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri dalam acara Demo Memasak Tanpa Minyak Goreng, Senin (28/3).

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri dalam acara Demo Memasak Tanpa Minyak Goreng, Senin (28/3).

Foto: Tangkapan Layar
Megawati ungkap pertanyaannya kepada Bung Karno, sang ayah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengatakan berpolitik itu tidak hanya mengurusi dunia politik saja tetapi bisa juga bicara soal kehidupan salah satunya tentang makanan. Makanan yang harus dikonsumsi masyarakat Indonesia harus bergizi agar bisa sehat secara lahir dan batin.

"Banyak yang bilang kok bu Mega aneh ngurusin tentang pola makanan sehat dan minyak?. Gini ya, politik bukan hanya tentang politik tapi politik itu sebetulnya adalah bagian dari kehidupan,” katanya di acara 'Demo Memasak Tanpa Minyak Goreng', Senin (28/3/2022).

Baca Juga

Kemudian, ia melanjutkan pernah bertanya kepada ayahnya yaitu Soekarno tentang politik. Dan jawaban ayahnya singkat dan bermakna. Sehingga ia ingat pesan ayahnya sampai sekarang.

"Pertanyaan yang tidak akan saya pernah lupakan ketika saya bertanya pada ayah saya. Kalau berpolitik itu yang paling penting untuk rakyat sebetulnya apa toh Bapak? Beliau dengan enteng menjawab yang namanya perut harus kenyang,” kata dia.

Ia pun mengaku kaget dengan jawaban yang singkat tersebut. Mega pikir akan mendapatkan masukan yang panjang dan berat tetapi ternyata tidak. Sehingga ia berpikir saat itu apa maksud dari pesan ayahnya tentang politik. "Lucu ya. Saya kira akan mendapatkan jawaban dan masukan yang berat," kata dia.

Ia menambahkan semakin dewasa, ia memahami perkataan ayahnya. Ia merasakan lapar jika mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) dari sekolah. Sehingga ia butuh asupan yang bikin kenyang. “Saya dapat merasakan, kalau saya lapar untuk mengerjakan PR dari sekolah. Itu rasanya susah sekali," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile