Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

 

29 Safar 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Roman Abramovich Penyambung Perundingan Damai Rusia-Ukraina

Selasa 29 Mar 2022 12:30 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Esthi Maharani

Roman Abramovich

Roman Abramovich

Foto: Olivia Harris/Reuters
Abramovich memang bukan anggota resmi tim Rusia tapi memiliki peran penting

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Miliarder asal Rusia Roman Abramovich ikut menghadiri perundingan damai antara Rusia dan Ukraina di Istanbul pada Selasa (29/3/2022). Menurut Istana Kremlin, sosoknya merupakan penyambung antara kedua negara yang sedang berkonflik.

 

"Untuk melakukan kontak antara kedua belah pihak, Anda perlu mendapatkan persetujuan dari kedua belah pihak, dan dalam kasus Abramovich, persetujuan ini ada dari kedua belah pihak," ujar juru bicara Istana Kremlin Dmitry Peskov.

Baca Juga

Istana Kremlin mengatakan, Abramovich memang bukan anggota resmi tim Rusia yang berunding dengan Ukraina. Hanya saja dia hadir dalam pembicaraan untuk memungkinkan kontak tertentu antara kedua belah pihak.

"Dia bukan anggota resmi delegasi ... tetapi dia juga hadir hari ini di Istanbul dari pihak kami," kata Peskov dan menegaskan akan menjadi jelas jika pembicaraan damai itu menjanjikan usai pembicaraan dilakukan.

Abramovich mendapat sanksi dari Barat atas invasi Moskow ke Kiev karena hubungannya dengan Presiden Vladimir Putin. "Roman Abramovich terlibat dalam memungkinkan kontak tertentu antara pihak Rusia dan Ukraina," kata Peskov.

Menurut Istana Kremlin, Abramovich juga memainkan peran awal dalam pembicaraan damai. Rusia pun menolak laporan bahwa dia telah diracuni dan menegaskan berita tersebut tidak benar serta bagian dari perang informasi.

Menurut Wall Street Journal dan Bellingcat, mengutip orang-orang yang mengetahui masalah ini, Abramovich dan negosiator perdamaian Ukraina menderita gejala dugaan keracunan awal bulan ini setelah pertemuan di Kiev. Pejabat Ukraina juga telah menyanggah laporan tersebut.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile