Sunday, 10 Jumadil Awwal 1444 / 04 December 2022

Sunday, 10 Jumadil Awwal 1444 / 04 December 2022

10 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Angka Positif Covid-19 Asia Tembus 100 Juta

Rabu 30 Mar 2022 14:05 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani

Warga mengantre untuk tes Covid-19 di Beijing, China

Warga mengantre untuk tes Covid-19 di Beijing, China

Foto: AP Photo/Ng Han Guan
Angka infeksi virus Corona di Asia tembus 100 juta.

REPUBLIKA.CO.ID, SHANGHAI -- Berdasarkan catatan kantor berita Reuters angka infeksi virus Corona di Asia tembus 100 juta. Kawasan mengalami lonjakan kasus positif yang didominasi sub-varian omicron yakni BA.2.

Pada Rabu (30/3/2022) Reuters mencatat Asia melaporkan 1 juta kasus infeksi baru Covid-19 setiap dua hari sekali. Asia yang dihuni lebih dari setengah juta populasi dunia, berkontribusi pada 21 persen seluruh kasus Covid-19 yang dilaporkan.

Sub-varian BA.2 yang sangat menular mendorong angka kasus infeksi virus Corona varian omicron selama beberapa pekan terakhir di Korea Selatan (Korsel), China dan Vietnam. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat BA.2 mewakili hampir 86 persen seluruh kasus sekuens.

Korsel menjadi negara dengan angka rata-rata kasus infeksi baru di dunia. Analisa Reuters mencatat satu dari empat kasus infeksi di seluruh dunia dilaporkan dari Korsel.

Walaupun angka kasus infeksi mulai menurun sejak awal Maret tapi Negeri Ginseng masih melaporkan 300 kasus kematian akibat virus korona setiap harinya. Pemerintah memerintahkan krematorium di seluruh negeri menambah jam operasinya.

Cina mencoba menjinakan wabah terburuk sejak awal pandemi Covid-19. Lonjakan kasus infeksi di Shanghai yang disebabkan penyebaran BA.2 memaksa pusat keuangan Asia itu dikarantina totalatau lockdowan. Kota itu memasukan lockdown tahap kedua pada Senin (28/3) lalu di mana warga tidak bisa melewati jembatan dan jalan tol.

Sejak awal tahun ini Cina melaporkan 45 ribu kasus infeksi, lebih tinggi dibandingkan kasus infeksi sepanjang 2021. Meski sudah hampir 90 persen populasinya sudah divaksin, tapi masih banyak orang lanjut usia yang belum menerima vaksin booster atau penguat. Sehingga mereka mudah terinfeksi kembali.

Meski Cina menerapkan peraturan pembatasan sosial yang ketat. Tapi pengamat asing tidak yakin lockdown cukup efektif dalam mengatasi varian omicron yang sangat menular.

"Dari Australia dan negara-negara lain sudah jelas lockdown tidak cukup efektif dalam mengatasi omicron, jadi gelombang besar sudah diprediksi," kata pakar biostatistik University of South Australia Adrian Esterman.

India sendiri bertanggung jawab atas 43 juta kasus Covid-19. Di atas tiga negara paling terdampak di Asia lainnya yakni Jepang, Korsel dan Vietnam. Selama 11 hari terakhir angka kasus infeksi di India hanya 2.000 per hari.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile