Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

14 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

WHO: Angka Kematian Covid-19 Melonjak 40 Persen Pekan Lalu

Rabu 30 Mar 2022 11:50 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Esthi Maharani

Warga mengantre untuk tes Covid-19 di Beijing, China, Selasa (15/3/2022).

Warga mengantre untuk tes Covid-19 di Beijing, China, Selasa (15/3/2022).

Foto: AP Photo/Ng Han Guan
Angka kematian akibat Covid-19 melonjak, jumlah kasus mengalami penurunan.

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, angka kematian akibat Covid-19 melonjak lebih dari 40 persen pekan lalu. Kendati demikian, jumlah kasus mengalami penurunan.

Dalam laporan mingguannya yang dirilis Rabu (30/3/2022), WHO mengungkapkan, pihaknya mencatat sekitar 10 juta kasus baru Covid-19 di seluruh dunia pekan lalu. Sementara angka kematian mencapai lebih dari 45 ribu jiwa. Dua pekan lalu, kematian akibat virus corona sempat mengalami penurunan sebesar 23 persen.

WHO telah berulang kali mengatakan, jumlah kasus Covid-19 kemungkinan terlalu rendah dari prevalensi virus corona. Dalam beberapa pekan terakhir, WHO memperingatkan negara-negara agar tidak menghentikan pengujian komprehensif dan tindakan pengawasan lainnya. Sebab hal itu akan melumpuhkan upaya untuk melacak penyebaran virus secara akurat.

“Data menjadi semakin kurang representatif, kurang tepat waktu dan kurang kuat. Ini menghambat kemampuan kolektif kita untuk melacak di mana virus itu berada, bagaimana penyebarannya, dan bagaimana ia berkembang: informasi dan analisis yang tetap penting untuk secara efektif mengakhiri fase akut pandemi,” kata WHO.

WHO memperingatkan, pengawasan yang lebih longgar akan sangat membahayakan upaya untuk mendeteksi varian baru Covid-19 dan merusak respons potensial. Saat ini memang banyak negara di Eropa, Amerika Utara, dan wilayah lain yang mencabut hampir semua protokol pencegahan penularan Covid-19. Mereka mengandalkan tingkat vaksinasi yang tinggi guna mencegah lonjakan infeksi. Kebijakan demikian dipertahankan meski subvarian Omicron BA.2 yang lebih menular telah menyebabkan peningkatan kasus baru.

Meski WHO telah melaporkan adanya penurunan angka kasus baru Covid-19 secara global, jumlah infeksi di Cina mengalami peningkatan. Pekan ini, Negeri Tirai Bambu memutuskan menerapkan karantina wilayah di Shanghai guna menekan lonjakan kasus Omicron.

Sejauh ini, angka kasus Covid-19 global telah menembus angka 485 juta. Sementara kematian akibat pandemi telah mencapai lebih dari 6 juta jiwa.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile