Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

 

21 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Riset AS: Vaksin Pfizer 68 Persen Kurangi Risiko Rawat Inap Anak

Kamis 31 Mar 2022 07:43 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Petugas menunjukkan vaksin Pfizer. Menurut riset baru, remaja berusia 12-18 tahun yang menerima dua dosis vaksin COVID-19 sekitar 40 persen lebih kecil kemungkinannya dirawat di rumah sakit karena varian Omicron.

Petugas menunjukkan vaksin Pfizer. Menurut riset baru, remaja berusia 12-18 tahun yang menerima dua dosis vaksin COVID-19 sekitar 40 persen lebih kecil kemungkinannya dirawat di rumah sakit karena varian Omicron.

Foto: AP Photo/Maya Alleruzzo
Remaja yang mendapatkan vaksin Pfizer lebih kecil 40 persen dirawat karena omicron.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Anak berusia 5-11 tahun penerima vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech 68 persen lebih kecil kemungkinannya dirawat di rumah sakit selama gelombang Omicron di Amerika Serikat dibandingkan dengan anak yang tidak divaksin. Menurut riset baru, remaja berusia 12-18 tahun yang menerima dua dosis vaksin COVID-19 sekitar 40 persen lebih kecil kemungkinannya dirawat di rumah sakit karena varian Omicron.

 

Risiko lebih serius yang muncul, seperti kebutuhan bantuan pernapasan mekanis atau kematian, hampir 80 persen lebih rendah terjadi pada penerima vaksin di kelompok usia tersebut. Riset tersebut dilakukan ilmuwan dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) dan Rumah Sakit Anak Bostondan laporannya diterbitkan di New England Journal of Medicine.

Baca Juga

"Infeksi seperti COVID dan infeksi pernapasan memiliki tingkat keparahan yang berbeda," kata peneliti CDC Dr Manish Patel.

Riset itu melibatkan pasien yang divaksin dan yang tidak divaksin dengan dan tanpa infeksi COVID-19 di 31 rumah sakit di 23 negara bagian. Vaksin bekerja lebih baik melawan varian Delta, yang menyebar tahun lalu. Keampuhan vaksin dalam mencegah rawat inap di kalangan remaja ketika varian Delta dominan mencapai sekitar 93 persen, menurut riset.

Hasil riset CDC lebih baik untuk kelompok usia yang lebih muda dibanding riset dari tim peneliti negara bagian New York yang dipublikasikan pada Februari. Riset itu menemukan bahwa vaksin mempunyai efikasi sekitar 48 persen untuk mencegah rawat inap pada anak-anak dan 73 persen di kalangan remaja selama Januari 2022.

"Sebagian besar anak-anak yang mengalami penyakit kritis tidak disuntik vaksin," kata Patel.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile