Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

11 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

BPIP Sebut Medsos Platform Penting Kenalkan Pancasila kepada Siswa

Jumat 01 Apr 2022 01:42 WIB

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Prof KH Yudian Wahyudi.

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Prof KH Yudian Wahyudi.

Foto: BPIP
BPIP dan UIN Sunan Kalijaga bersama ormas mendeklarasikan 14 sikap etika bermedsos.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi menyatakan, media sosial (medsos) menjadi platform penting dalam mengenalkan mata pelajaran Pancasila kepada siswa di Indonesia. Yudian mengatakan, medsos memiliki jangkauan luas yang mampu membentuk opini komunal, dan bisa diakses kapan pun serta di mana pun.

Sehingga sosialisasi tersebut harus maksimal dan harus melibatkan banyak pihak. "Media sosial menjadi platform penting dalam mengenalkan mata pelajaran Pancasila kepada siswa dan mahasiswa kita. Dalam mata pelajaran Pancasila, 30 persen materi bersifat teoritis dan 70 persen materi lebih bersifat menggali Pancasila pada kehidupan masyarakat melalui tradisi dan kebudayaan," katanya dalam keterangan tertulis di Yogyakarta, Kamis (31/3/2022).

BPIP bersama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan organisasi masyarakat lintas agama pun, beberapa waktu lalu, mendeklarasikan 14 sikap etika dalam bermedia sosial yang mengedepankan nilai Pancasila. Deklarasi dilakukan guna mendorong pemanfaatan medsos sebagai sarana pengenalan pelajaran Pancasila.

Deklarasi dihadiri berbagai organisasi keagamaan seperti PB Nahdlatul Ulama, PP Muhammadiyah, dan Persekutuan Gereja Indonesia (PGI), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Majelis Tinggi Konghucu Indonesia, Persatuan Umat Budha Indonesia (Permabudhi), Al Wasliyah, Al Khairaat, Persatuan Islam (Persis), Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Yudian berharap, deklarasi ini mampu menjadi pelecut bagi lembaganya untuk lebih aktif dalam membangun dan mensosialisasikan narasi persatuan dan keebangsaan melalui berbagai platform, salah satunya adalah media sosial dengan melibatkan berbagai pihak, utamanya kaum milenial. "Dari sini kita mengharapkan ada pemahaman kesadaran pada semua pihak untuk mewujudkan apa yg menjadi kesepakatan hari ini yang akan kita tindak lanjuti," ucapnya.

Dengan deklarasi tersebut, kata dia, BPIP berharap bisa membuat skala yang lebih besar lagi dengan melibatkan berbagai kelompok masyarakat yang lebih luas terutama dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2022. "Kami juga terus mendorong keterwujudan hal ini, terutama dengan disahkannya PP Nomor 4 tahun 2022, yang mana Pancasila menjadi mata pelajaran khusus dan kewarganegaraan menjadi bagian dari Pancasila," kata Yudian.

Terdapat 14 sikap etika dalam bermedia sosial yang dideklarasikan, antara lain meneguhkan peran medsos dalam memberikan edukasi untuk pemahaman kebhinekaan dan moderasi beragama demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan negara. Kemudian menjadikan medsos sebagai sarana literasi dalam penyebarluasan narasi untuk menguatkan wawasan keberagaman dan kebangsaan.

Ketiga, mengutamakan sikap sadar etika dan sadar moral dalam melakukan interaksi dan komunikasi di media sosial untuk menjaga keutuhan hidup berbangsa dan bernegara.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile