Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

 

4 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Trauma Warga Gaza di Ukraina Bangkit Kembali Akibat Invasi Rusia

Sabtu 02 Apr 2022 17:25 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah

Sebuah foto selebaran yang dirilis oleh layanan pers Layanan Darurat Negara Ukraina pada 30 Maret 2022 menunjukkan layanan darurat melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di gedung administrasi negara regional yang rusak di Mykolaiv, Ukraina. Trauma Warga Gaza di Ukraina Bangkit Kembali Akibat Invasi Rusia

Sebuah foto selebaran yang dirilis oleh layanan pers Layanan Darurat Negara Ukraina pada 30 Maret 2022 menunjukkan layanan darurat melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di gedung administrasi negara regional yang rusak di Mykolaiv, Ukraina. Trauma Warga Gaza di Ukraina Bangkit Kembali Akibat Invasi Rusia

Foto: EPA-EFE/STATE EMERGENCY SERVICE UKRAINE
Menurut Kemenlu Palestina, sekitar 4.000 warga Palestina tinggal di Ukraina.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Trauma berulang kembali dialami warga Gaza, Palestina yang tinggal di Ukraina. Suara bom, suara pesawat, kecemasan, dan ketakutan yang dialami semasa kecil kembali harus dirasakan ketika hal serupa terjadi di Ukraina.

 

Seorang warga Palestina dari Jalur Gaza, Samar Atia, mengaku telah tinggal di Ukraina selama empat tahun sebelum invasi Rusia. Ia belajar teknik di Ukraina. Dia pindah ke Ukraina karena ingin mencoba hidup merdeka dan tidak lagi dibawah bayang-bayang pendudukan Israel.

Baca Juga

"Saya sangat senang dengan hidup saya di sini di Kharkiv. Itu adalah dunia yang jauh dari efek sehari-hari pendudukan Israel, kenyataan yang saya alami sejak kecil. Ketika saya tiba di Ukraina, saya menemukan apa sebenarnya kebebasan itu," ujar Samar, dilansir dari Al Araby, Kamis (31/3/2022).

Sayangnya, kehidupan yang dijanjikan ini tidak bertahan lama. Kehidupan di Ukraina berubah dalam semalam setelah Rusia memulai invasinya. 

“Ketakutan masa lalu dari Gaza muncul kembali, tapi jauh dari keluarga rasanya lebih sulit,” kata Samar.

Samar memutuskan satu-satunya pilihannya adalah kembali ke Gaza. Dalam situasi yang tidak menyenangkan, tampaknya untuk saat ini Gaza lebih aman daripada Ukraina. 

Tetapi bahkan perjalanannya kembali amat berbahaya. Dalam perjalanan pulang, Samar menghadapi sejumlah situasi genting yang membahayakan keselamatannya. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile