Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

 

4 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Polisi: Pendeta Saifuddin Diduga Kabur ke Luar Negeri Usai Viral Minta Hapus Ayat Alquran

Sabtu 02 Apr 2022 09:40 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Teguh Firmansyah

Pendeta Saifuddin Ibrahim meminta 300 ayat Alquran dihapus.

Pendeta Saifuddin Ibrahim meminta 300 ayat Alquran dihapus.

Foto: Tangkapan layar
Polisi telah menetapkan Pendeta Saifuddin Ibrahim sebagai tersangka.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengungkapkan, tersangka kasus penistaan agama Pendeta Saifuddin Ibrahim keluar negeri pada saat video yang dibuatnya viral di media sosial. Disinyalir yang bersangkutan berada di Amerika Serikat.

 

"Dugaan kita (Maret 2022 ke luar negeri). Jadi semenjak dia naikin di akun pertama kali (unggah video) terus dapat sorotan dari netizen, dia itu keliatannya menurut data Imigrasi sepertinya bulan itu dia berangkat ke Amerika," ujar Gatot kepada awak media, Sabtu (2/4).

Baca Juga

Menurut Gatot, Saifuddin Ibrahim, meninggalkan Indonesia pada saat Polri sedang melakukan penyelidikan. Polisi telah menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka. Polisi kini terus melakukan upaya pencarian dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memburu tersangka.

"Meskipun dia sudah berangkat kita tetap melakukan proses pendalaman dan ada beberapa saksi kita periksa dan di situ," ungkap Gatot.

Sebelumnya, pendeta Saifuddin Ibrahim membuat membuat kontroversi lewat pernyataannya terkait ayat suci Alquran. Ia meminta Kementerian Agama menghapus 300 ayat Alquran. Akibatnya, dia mendapat kecaman dari berbagai kalangan, termasuk dari umat Kristen.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal (Brigjen) Ahmad Ramadhan meminta agar Pendeta Saifuddin bertanggung jawab.

“Kami (Polri) sampaikan kepada saudara SI (Saifuddin Ibrahim), untuk dapat mematuhi aturan hukum. Sebagai warga negara Indonesia (WNI), harus berani berbuat, harus berani mempertanggungjawabkan apa yang telah dia perbuat. Dan kami melihat bahwa saudara SI, memonitor penanganan kasus ini,” ujar Ramadhan, Rabu (30/3).

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile