Sholat Tarawih 100 Persen, Warga Bogor Diimbau tak Lepas Masker

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Muhammad Fakhruddin

 Sabtu 02 Apr 2022 23:40 WIB

Sholat Tarawih 100 Persen, Warga Bogor Diimbau tak Lepas Masker (ilustrasi). Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya Sholat Tarawih 100 Persen, Warga Bogor Diimbau tak Lepas Masker (ilustrasi).

Pemkot Bogor juga mengizinkan aktivitas pawai obor.

REPUBLIKA.CO.ID,BOGOR -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengizinkan aktivitas ibadah di masjid dengan kapasitas 100 persen. Kendati demikian, warga diimbau tetap memakai masker dan menjaga protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, menegaskan meski tidak ada pembatasan aktivitas di tempat ibadah, belum ada instruksi untuk membuka masker.

Baca Juga

“Dan tetap kita mengimbau warga walaupun sudah bisa 100 peden, tarawih sudah kembali seperti biasa, tapi belum ada instruksi membuka maskter. Jadi tetap hati-hati, memperhatikan prokes dengan tetap menggunakan masker,” kata Bima Arya, Sabtu (2/4) malam.

Lebih lanjut, ia mengatakan, Kota Bogor menyambut bulan Ramadhan dengan situasi yang semakin baik. Hal itu dilihat dari penambahan angka kasus Covid-19 di Kota Bogor dengan penambahan kasus di bawah angka 50 per hari.

Selain telah mengizinkan aktivitas ibadah dengan kapasitas 100 persen, Pemkot Bogor juga mengizinkan aktivitas pawai obor untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan. Bima Arya mengatakan, pelaksanaan pawai obor dilaksanakan dengan pengawalan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Bima Arya sendiri juga menggelar pawai obor bersama Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, yang dihadiri sekitar 300 peserta. Pawai obor dilaksanakan di kawasan Kecamatan Tanah Sareal.

“Kita tandai kebersamaan menyambut Ramadhan dengan pawai bor bersaama-sama. Sejauh kira-kira 4 kilometer. Mungkin di  titik lain ada juga. Tapi tidak seramai ini. Tapi ini kan kita kawal bersama Forkopimda supaya tertib,” ujarnya.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menambahkan untuk menjaga tertibnya bulan Ramadhan, pihaknya menggelar pasukan di delapan pos pengamanan. Sebanyak sekitar 500 personel dikerahkan untuk mengantisipasi kegiatan di bulan Ramadhan, misalnya saat waktu ngabuburit.

“Itu yang akan kami lakukan upaya untuk mengatur supaya tidak terjadi kemacetan parah. Karena sehari-hari ini kegiatan normal kehidupannya,” imbuhnya.

Di samping itu, kata dia, Polresta Bogor Kota juga telah bertemu dengan organisasi masyarakat Islam untuk menjaga agar tidak ada aktivitas sweeping atau penyisiran ke tempat-tempat makan.

“Kita sama-sama menjaga. Islam agama yang teduh. Sehingga tidak ada sweeping. Silakan laporkan kepada aparat. Pasti kami lakukan penindakan,” tegasnya.

Berita Lainnya

Play Podcast X