Sarkas! Menteri Prancis Ucapkan Selamat Ramadhan, Warganet: Langgar Sekulerisme

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Ani Nursalikah

 Ahad 03 Apr 2022 11:55 WIB

Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin. Ucapan Ramadhan Menteri Dalam Negeri Prancis Undang Kemarahan Publik Foto: EPA Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin. Ucapan Ramadhan Menteri Dalam Negeri Prancis Undang Kemarahan Publik

Menteri dalam negeri Prancis disebut berusaha merayu Muslim.

 

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin mengecam komentar rasial dan menyambut Muslim Prancis yang memperingati awal bulan suci Ramadhan, Sabtu (2/4/2022). Dalam unggahannya di Twitter, ia membahas soal rasialisme dan mengucapkan Selamat Ramadhan kepada semua Muslim Prancis.

“Kemarin saya mengucapkan selamat Ramadhan kepada saudara-saudara kita yang beragama Islam. Sejak itu, muncul banyak komentar sedikit rasial karena saya tidak mengucapkan selamat ulang tahun kepada orang Kristen atau Yahudi. Ini jelas salah,” tulis Darmanin.

Baca Juga

Dalam cicitannya, ia juga menambahkan tautan ke akun sebelumnya yang berisi salam untuk perayaan Natal, Paskah, Hanukkah dan Rosh Hashanah. “Saya berharap mereka yang menyebarkan informasi palsu ini dengan pikiran ekstremis meminta maaf atas serangan yang tidak adil ini. Sekali lagi, selamat Ramadhan,” tambahnya.

Cicitan ucapan Ramadhan-nya mendapat banyak respons dengan disukai oleh 125 ribu dan telah di-retweet lebih dari 3.500 kali hingga Sabtu malam. Lebih dari 3.100 tanggapan muncul termasuk yang menuduhnya munafik. Sementara yang lain mengkritik karena ia dinilai telah melanggar prinsip sekularisme dan berusaha merayu Muslim menjelang pemilihan presiden mendatang pada 10 April.

“Apakah Anda juga mengucapkan Selamat Prapaskah kepada semua umat Katolik? Awal Prapaskah jatuh pada 2 Maret dan saya tidak melihat tweet Anda tentang itu," kata pengguna @GabyChris54.

“Saya tidak tahu Prancis adalah negara Muslim. Itu baru saja terjadi,” ujar @Amarelysfleur.

“Terima kasih, Moussa. Ketahuilah Negara dan Gereja telah dipisahkan di Prancis sejak 1905. Sebagai anggota pemerintah, Anda harus menghormati prinsip sekularisme,” ucap @Lalluzze.

Dilansir Anadolu Agency, Ahad (3/4/2022), sebagai Kepala Kementerian Dalam Negeri di bawah pemerintahan Presiden Emmanuel Macron, Darmanin dikenal menerapkan kebijakan memerangi mereka yang berideologi separatis. Dia mendorong undang-undang kontroversial yang dijuluki undang-undang anti-separatisme dan dikenal memperkuat rasa hormat terhadap prinsip-prinsip Republik yang diadopsi pada Juli 2021. Undang-undang tersebut telah dikritik karena menyasar Muslim.

https://www.aa.com.tr/en/europe/french-interior-ministers-ramadan-greeting-message-draws-ire/2553667

Berita Lainnya

Play Podcast X