Kawasan Bekas Tsunami di Kota Palu Jadi Tempat Favorit Ngabuburit

Red: Reiny Dwinanda

Kamis 07 Apr 2022 18:58 WIB

Sejumlah warga menunggui waktu berbuka puasa (ngabuburit) di kawasan pantai bekas terjangan tsunami di Kampung Lere, Teluk Palu, Sulawesi Tengah, Ahad (3/4/2022). Kawasan yang dilanda bencana tsunami pada September 2018 tersebut menjadi salah satu tujuan favorit bagi warga untuk bersantai sambil menunggui waktu berbuka puasa pada setiap bulan Ramadhan. Foto: ANTARA/Basri Marzuki/YU Sejumlah warga menunggui waktu berbuka puasa (ngabuburit) di kawasan pantai bekas terjangan tsunami di Kampung Lere, Teluk Palu, Sulawesi Tengah, Ahad (3/4/2022). Kawasan yang dilanda bencana tsunami pada September 2018 tersebut menjadi salah satu tujuan favorit bagi warga untuk bersantai sambil menunggui waktu berbuka puasa pada setiap bulan Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Kawasan bekas tsunami di Kelurahan Talise, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menjadi tempat favorit warga untuk ngabuburit selama bulan suci Ramadhan. Pantauan Antara, Kamis (7/4/2022), warga tampak berfoto di lokasi tersebut dengan mengambil foto dengan latar belakang Masjid Terapung Arkam Babul Rahman yang rusak akibat diterjang tsunami.

Masjid Terapung Arkam Babul Rahman masih kokoh berdiri meski sudah tidak bisa lagi dimanfaatkan sebagai tempat ibadah. Masjid terapung itu menjadi saksi bisu kelamnya bencana gempa, tsunami, dan likuefaksi tahun 2018.

Baca Juga

"Di sini enak ngabuburit apalagi ditambah dengan pemandangan alam yang sangat indah sehingga tidak terasa sudah masuk waktu berbuka puasa," kata salah satu pengunjung, Ahmad, Kamis petang.

Menurut Ahmad, tidak banyak tempat ngabuburit di Ibu Kota Provinsi Sulteng yang menyajikan pemandangan alam yang indah seperti di kawasan bekas tsunami Palu. Sebab, lokasi tersebut menyajikan pemandangan alam yang sangat lengkap untuk menikmati waktu menunggu berbuka puasa.

"Pemandangan lima dimensi berupa laut, sungai, teluk, lembah, dan gunung dapat dinikmati warga gratis di sini bekas tsunami sini," ujarnya.

Terpopuler