Monday, 4 Jumadil Awwal 1444 / 28 November 2022

Monday, 4 Jumadil Awwal 1444 / 28 November 2022

4 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Gapmmi: Industri Makanan dan Minuman akan Tumbuh 5-7 Persen di 2022

Kamis 07 Apr 2022 13:05 WIB

Red: Nidia Zuraya

(Foto: Ilustrasi belanja di supermarket)

(Foto: Ilustrasi belanja di supermarket)

Foto: Flickr
Daya beli masyarakat menengah ke bawah mesti terus dijaga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi Lukman memproyeksikan industri makanan dan minuman akan tumbuh 5-7 persen pada 2022 di tengah konflik Rusia-Ukraina dan masih merebaknya Covid-19.

"Saya harap ekspor bisa stabil dan meningkat, begitu pula pasar domestik. Harapan saya industri makanan dan minuman bisa tumbuh 5-7 persen di tahun 2022 ini meskipun belum bisa tumbuh normal 7-9 persen," kata Adhi dalam diskusi daring "Konflik Rusia-Ukraina: Sanksi Ekonomi dan Implikasi Global, Regional, dan Lokal," di Jakarta, Kamis (7/4/2022).

Baca Juga

Untuk itu daya beli masyarakat menengah ke bawah mesti terus dijaga agar mampu menyerap produksi makanan dan minuman, sementara masyarakat kelas menengah ke atas meski disediakan suasana kondusif agar bisa berbelanja dengan nyaman."Konsistensi pemerintah mendukung pemulihan ekonomi sangat penting agar kita bisa tetap optimis pertumbuhan ekonomi akan sesuai dengan harapan sebesar 5,2 persen year on year," katanya.

Sementara itu sanksi yang diberikan beberapa negara kepada Rusia terkait konflik dengan Ukraina juga perlu diwaspadai karena akan sangat mempengaruhi rantai nilai global, termasuk untuk industri makanan dan minuman."Jadi harus diantisipasi untuk mencari alternatif dan sumber daya lain, dengan keterbukaan dan menghilangkan hambatan dagang menjadi suatu keniscayaan," katanya.

Industri hulu makanan dan minuman juga perlu direvitalisasi untuk dapat memproduksi dan memastikan ketersediaan bahan baku makanan dan minuman dalam negeri ke depan."Sementara itu kita harus memperlancar impor untuk memastikan ketersediaan bahan baku, paling tidak kebutuhan nasional terhadap bahan baku impor terpenuhi agar industri bisa terus menciptakan nilai tambah," ucapnya.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile