Friday, 2 Zulhijjah 1443 / 01 July 2022

Friday, 2 Zulhijjah 1443 / 01 July 2022

2 Zulhijjah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Laporan: Militer Iran Bantu Selundupkan Senjata dari Irak ke Rusia

Rabu 13 Apr 2022 08:08 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Friska Yolandha

 Seorang pria terlihat melalui lubang peluru di bus bersenjata mesin setelah penyergapan di kota Kyiv, Ukraina, Jumat, 4 Maret 2022. Jaringan Iran telah berupaya menyelundupkan senjata dari Irak ke Rusia.

Seorang pria terlihat melalui lubang peluru di bus bersenjata mesin setelah penyergapan di kota Kyiv, Ukraina, Jumat, 4 Maret 2022. Jaringan Iran telah berupaya menyelundupkan senjata dari Irak ke Rusia.

Foto: AP Photo/Emilio Morenatti
Di antara senjata yang ditransfer ke Rusia adalah sistem rudal Bavar 373 Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Jaringan Iran telah berupaya menyelundupkan senjata dari Irak ke Rusia. Hal ini menyusul rencana Moskow untuk segera menyerang ibukota Ukraina dan menggulingkan pemerintahan.

Intelijen dan sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan, di antara senjata yang ditransfer ke Rusia adalah sistem rudal Bavar 373 Iran. Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) Irak yang didukung Iran dilaporkan mengirim dua sistem peluncur roket Astros II, yang dirancang Brasil ke Iran pada 1 April.

Baca Juga

Menurut laporan yang mengutip seorang komandan milisi yang didukung Iran, PMF mengirim granat berpeluncur roket dan rudal anti-tank ke Iran melalui penyeberangan perbatasan Salamja pada 26 Maret. Dari sana, militer Iran mentransfer senjata ke Rusia melalui laut.

“Kami tidak peduli kemana senjata berat itu pergi (karena kami tidak membutuhkannya saat ini). “Apa pun yang anti-Amerika Serikat (AS) membuat kami bahagia," kata seorang sumber PMF kepada Guardian. 

Para pejabat AS belum memberikan tanggapan terkait laporan penyelundupan senjata dari Iran ke Rusia. Pentagon menolak berkomentar, karena ini akan terkait dengan penilaian intelijen.

Barat menjatuhkan sanksi kepada Rusia karena melakukan invasi ke Ukraina. Sanksi tersebut menargetkan bank, oligarki, keluarga Presiden Vladimir Putin, dan produsen senjata. Moskow dilaporkan sedang berjuang untuk mendapatkan senjata yang dibutuhkan, setelah gagal mengambil alih Ukraina dengan cepat. Sementara AS telah memperingatkan negara-negara lain, terutama China, agar tidak mencoba membantu Rusia menghindari sanksi atau menyediakan senjata.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile