Monday, 5 Zulhijjah 1443 / 04 July 2022

Monday, 5 Zulhijjah 1443 / 04 July 2022

5 Zulhijjah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Partai Gelora Usul Presiden Jokowi Diberi Gelar Bapak Rekonsiliasi

Selasa 19 Apr 2022 08:22 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Ratna Puspita

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah

Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro
Fahri Hamzah menyatakan, Jokowi merangkul lawan politik pada Pilpres 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia (Kemensetneg RI) dalam akun media sosialnya mengunggah berbagai julukan keenam presiden RI yang telah selesai menjabat. Jelang berakhirnya masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia mengusulkan agar Presiden Jokowi diberi gelar Bapak Rekonsiliasi.

Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah, menilai julukan tersebut perlu disematkan lantaran Jokowi dinilai telah berhasil merangkul lawan politik di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lalu, yakni Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, yang telah diberikan kedudukan sebagai Menteri Pertahanan dan Menteri Pariwisata, Ekonomi Kreatif di Kabinet Indonesia Maju.

Baca Juga

Namun, Fahri menilai Jokowi masih perlu menuntaskan polarisasi yang terjadi di masyarakat akibat Pilpres 2019 lalu, yang hingga kini belum selesai. "Saya masih khawatir dengan pembelahan yang ada di akar rumput itu sebabnya kalau misalnya Pak Jokowi mau diberi gelar saya lebih suka kalau beliau mengejar gelar Bapak Rekonsiliasi, sebab, kalau bisa, sebelum beliau turun, beliau menyatukan kembali negara kita yang agak terpecah di arus bawah," kata Fahri dalam keterangannya, Selasa (19/4/2022).

Fahri menuturkan capaian fisik yang diraih Jokowi dalam pembangunan infrasktur yang masif bisa hilang, jika Indonesia tidak berhasil melakukan rekonsiliasi sesama anak bangsa, serta mengakhiri pembelahan dan polarisasi politik di masyarakat. "Saya merasa bahwa semua capaian secara fisik itu bisa hilang kalau rekonsiliasinya gagal jadi lebih baik dituntaskan rekonsiliasinya supaya capaian fisiknya otomatis kita dapatkan," ujarnya.

Fahri menilai, jika Jokowi berhasil merekonsiliasi rakyatnya maka kesuksesan Jokowi lainnya boleh jadi akan mengikuti.  "Kalau rekonsiliasinya sukses, maka Pak Jokowi bisa mendapatkan lebih banyak dari yang lain selain rekonsiliasi juga infrastruktur. Buktinya orang sensitif semua," ujarnya.

Akun Instagram Kemensetneg RI mengunggah julukan enam Presiden Indonesia. Kemensetneg juga meminta masyarakat memberikan masukan dan usulan mengenai julukan yang akan disematkan kepada Presiden ketujuh RI Joko Widodo.

Presiden pertama RI Sukarno dijuluki sebagai Bapak Proklamator. Presiden kedua RI Soeharto disebut sebagai Bapak Pembangunan. 

Lalu, Presiden ketiga RI BJ Habibie disebut sebagai Bapak Teknologi. Selanjutnya, Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) disebut sebagai Bapak Pluralisme. 

Kemudian Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri disebut sebagai Ibu Penegak Konstitusi, dan Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disebut sebagai Bapak Perdamaian.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kementerian Sekretariat Negara (@kemensetneg.ri)

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile