Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

15 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Tasikmalaya Tertahan di Level 2 PPKM

Selasa 19 Apr 2022 09:06 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Friska Yolandha

Sejumlah pengendara melintas di dekat papan informasi pemberlakukan aturan ganjil-genap di Jalan KHZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, Kamis (5/8/2021). Dalam Inmendagri Nomor 22 Tahun 2022, Kota Tasikmalaya masih harus menerapkan PPKM level 2.

Sejumlah pengendara melintas di dekat papan informasi pemberlakukan aturan ganjil-genap di Jalan KHZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, Kamis (5/8/2021). Dalam Inmendagri Nomor 22 Tahun 2022, Kota Tasikmalaya masih harus menerapkan PPKM level 2.

Foto: Antara/Adeng Bustami
Ada satu indikator penurunan level yang masih belum terpenuhi Kota Tasikmalaya.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Pemerintah pusat telah mengeluarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) terbaru terkait pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Dalam Inmendagri Nomor 22 Tahun 2022, Kota Tasikmalaya masih harus menerapkan PPKM level 2.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra, mengatakan, ada satu indikator penurunan level yang masih belum terpenuhi. Indikator yang belum terpenuhi itu adalah pelacakan (tracing) dan pengetesan (testing).

Baca Juga

"Itu karena tracing dan testing masih kurang," kata dia saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (19/4/2022).

Ia memgatakan, kewajiban pelaksanaan testing di Kota Tasikmalaya mencapai 80 tes per hari. Namun, target itu hanya terpenuhi 96 persen. Meski kurang sediit, Kota Tasikmalaya tetap dianggap tak memenuhi ekspetasi.

Menurut Asep, tak terpenuhinya target testing di Kota Tasikmalaya adalah karena sudah cukup tingginya cakupan vaksinasi dosis ketiga (booster). Ketika masyarakat sudah banyak yang melakukan vaksinasi dosis ketika, mereka tak perlu melakukan tes swab lagi untuk melakukan perjalanan. Dampaknya, angka pengetesan Covid-19 di Kota Tasikmalaya turun.

Selain itu, kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya juga sudah sangat menurun. Saat ini, hanya ada delapan kasus aktif di daerah itu. Alhasil, upaya penelusuran juga berkurang.

"Kalau indikator lain sudah bagus. Vaksinasi, kasus, dan bor bagus. Hanya tinggal tracing dan testing. Mangkanya kami tertahan di level 2," kata dia.

Berdasarkan Inmendagri terbaru, saat ini hanya Kota dan Kabupaten Tasikmalaya yang masih menerapkan PPKM level 2 di wilayah Priangan Timur. Sementara Kabupaten Garut, Ciamis, Pangandaran, dan Kota Banjar, telah menerapkan PPKM level 1. Inmendagri Nomor 22 Tahun 2022 itu berlaku pada 19 April hingga 9 Mei 2022.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile