Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

 

5 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Presiden Jokowi Khawatir Macet Total Saat Mudik Lebaran

Rabu 20 Apr 2022 05:43 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Teguh Firmansyah

Presiden Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo.

Foto: ANTARA FOTO/HO/Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden meminta manajemen lalu linta benar-benar disiapkan untuk antisipasi macet.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar manajemen lalu lintas betul-betul disiapkan untuk mengantisipasi kemacetan total saat mudik lebaran nanti. Ia mengkhawatirkan akan terjadi kemacetan total saat puncak arus mudik pada 28-30 April mendatang jika rekayasa lalu lintas tidak disiapkan.

 

“Saya ingatkan sudah tiga kali kita ratas kan untuk manajemen lalu lintas, manajemen traffick-nya betul-betul disiapkan karena yang saya takutkan tanggal 28, 29, 30 itu akan macet total kalau tidak ada rekayasa lalu lintas,” kata Jokowi usai peninjauan di Pasar Bangkal, Kabupaten Sumenep, yang disiarkan melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (20/4).

Baca Juga

Jokowi menyebut, saat mudik nanti diprediksi akan terdapat 23 juta mobil dan 17 juta sepeda motor. Karena itu perlu disiapkan rekayasa lalu lintas seperti pengaturan ganjil genap, pengaturan one way atau jalan satu arah, dan juga larangan truk masuk jalan tol maupun jalan nasional selama mudik.

Namun demikian, Jokowi menilai rekayasa lalu lintas yang disiapkan itupun juga belum menjamin tak terjadi kemacetan saat arus mudik nanti. “Tetapi itu belum menjamin. Oleh sebab itu, saya mengajak masyarakat untuk mudik yang memakai mobil lebih awal daripada nanti macet. Lebih awal mudiknya, yang lewat darat dan pakai mobil karena betul-betul angka 23 juta itu bukan angka kecil,” jelas dia.

Sedangkan untuk penggunaan moda transportasi lainnya saat mudik nanti, Jokowi menyebut masih longgar. Masyarakat, kata dia, masih bisa memanfaatkan moda transportasi lainnya baik dengan menggunakan pesawat maupun kereta api.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile