Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

14 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Zelenskiyy Tuduh Rusia Petimbangkan Lakukan Invasi ke Negara Lain

Sabtu 23 Apr 2022 05:09 WIB

Rep: Dwina agustin/ Red: Friska Yolandha

Invasi Rusia ke Ukraina dinilai hanya permulaan.

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiyy memperingatkan bahwa invasi Rusia ke negaranya hanyalah permulaan. Dia menuduh bahwa Moskow memiliki rencana untuk masuk ke negara lain.

"Semua negara yang, seperti kita, percaya pada kemenangan hidup atas kematian harus berjuang bersama kita. Mereka harus membantu kita, karena kita adalah barisan pertama. Dan siapa yang akan datang selanjutnya?" kata Zelenskiy dalam pidato video pada Jumat (22/4/2022) malam.

Baca Juga

Tuduhan itu muncul usal wakil komandan distrik militer pusat Rusia Rustam Minnekayev mengatakan, pengaturan penuh atas Ukraina selatan akan memberinya akses ke Transnistria, bagian Moldova yang diduduki Rusia di barat. Itu akan memotong seluruh garis pantai Ukraina dan berarti pasukan Rusia mendorong ratusan mil ke barat melewati garis saat ini, melewati kota-kota pesisir utama Ukraina, Mykolaiv, dan Odesa.

Pernyataan itu adalah salah satu yang paling rinci tentang ambisi Rusia di Ukraina. Kementerian Pertahanan Ukraina mengatakan, komentar Minnekayev menunjukkan Rusia tidak lagi menyembunyikan niatnya.

"Moskow kini mengakui bahwa tujuan dari 'fase kedua' perang bukanlah kemenangan atas mitos Nazi, tetapi hanya pendudukan Ukraina timur dan selatan. Imperialisme seperti apa adanya," ujar pernyataan Kementerian Pertahanan Ukraina.

Rusia mengatakan sedang melakukan operasi militer khusus untuk mendemiliterisasi Ukraina dan membebaskan penduduknya dari nasionalis yang berbahaya. Ukraina dan sekutu Baratnya menyebut invasi Rusia pada 24 Februari sebagai perang agresi yang tidak dapat dibenarkan.

Kementerian Luar Negeri Moldova mengatakan, telah memanggil duta besar Rusia pada Jumat. Atas pernyataan itu, negara tersebut menunjukan keprihatinan mendalam dan menekankan Moldova  berada di posisi netral. Moldova bulan lalu mengajukan permohonan untuk bergabung dengan Uni Eropa, memetakan arah pro-Barat yang dipercepat oleh invasi Rusia.

Juru bicara Istana Kremlin Dmitry Peskov menolak berkomentar ketika ditanya apakah Rusia telah memperluas tujuan operasinya dan bagaimana negara itu melihat masa depan politik Ukraina selatan. 

 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile