Sunday, 9 Muharram 1444 / 07 August 2022

Sunday, 9 Muharram 1444 / 07 August 2022

9 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Seniman Surabaya Dorong Pemerintah Daftarkan Reog ke Unesco

Senin 25 Apr 2022 17:50 WIB

Red: Esthi Maharani

Penari Reog memainkan dhadhak merak (bagian dari tari Reog Ponorogo) di depan penonton pada acara Jagong Budaya dalam rangka memperingati Hari Hari Sumpah Pemuda di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (28/10/2021). Kegiatan tersebut dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19 karena daerah tersebut saat ini masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

Penari Reog memainkan dhadhak merak (bagian dari tari Reog Ponorogo) di depan penonton pada acara Jagong Budaya dalam rangka memperingati Hari Hari Sumpah Pemuda di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (28/10/2021). Kegiatan tersebut dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19 karena daerah tersebut saat ini masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

Foto: ANTARA/Siswowidodo
Pemerintah diminta memprioritaskan Reog untuk didaftarkan ke Unesco

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Sejumlah seniman di Surabaya menggalang dukungan agar pemerintah memprioritaskan kesenian tradisional Reog untuk didaftarkan ke Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-bangsa (Unesco) sebagai warisan budaya tak benda.

Aksi penggalangan dukungan digelar di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur (DPRD Jatim), Jalan Indrapura Surabaya, Senin (25/4/2022). Ketua Paguyuban Reog Ponorogo Surabaya (Purbaya) Siswandi mengatakan, aksi dilakukan dengan membentangkan kain putih panjang untuk ditandatangani oleh siapapun yang peduli dengan kesenian tradisional asal Ponorogo, Jawa Timur, tersebut.

"Tadi kami sudah ditemui anggota dewan. Nanti perwakilan dari mereka akan turun ke sini untuk ikut membubuhkan tanda tangan dukungan," katanya.

Mereka berharap, aspirasi mereka disampaikan melalui DPRD Provinsi Jawa Timur ke pemerintah pusat. Siswandi mengatakan, bersama sejumlah seniman sepakat menggelar aksi setelah mendengar informasi bahwa kesenian reog sampai tahun ini bukan menjadi prioritas di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk didaftarkan ke Unesco sebagai warisan budaya tak benda.

Para seniman khawatir, jika tidak segera didaftarkan, kesenian reog akan dicaplok menjadi milik negara tetangga Malaysia.

"Kesenian Reog sudah jadi rebutan dengan negara Malaysia. Ini menyangkut harga diri bangsa, jangan sampai kebudayaan kita direbut asing," tuturnya.

Siswandi mengenang, Malaysia pernah merebut dua pulau, Sipadan dan Ligitan.Salah satu peserta aksi, Sifa Alin Salsadila, mengaku tidak rela jika kesenian tradisional Reog diklaim sebagai milik Malaysia.

"Sebagai warga negara Indonesia, saya berpartisipasi melestarikan kebudayaan. Saya tidak mau kebudayaan kita diklaim oleh Malaysia. Kita harus melestarikan," kata penari berusia 19 tahun asal Kampung Sememi Jaya Surabaya itu.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile