Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

 

4 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Ratu Malaysia 16 Kali Gagal Hamil Lewat Program Bayi Tabung Sebelum Dikaruniai Keturunan

Rabu 27 Apr 2022 17:47 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Reiny Dwinanda

Ratu Malaysia Tunku Azizah Aminah bersama Raja Abdullah menikah pada 1986. Ratu Azizah hamil anak pertama pada 1995 setelah gagal hamil lewat 16 kali program bayi tabung (IVF).

Ratu Malaysia Tunku Azizah Aminah bersama Raja Abdullah menikah pada 1986. Ratu Azizah hamil anak pertama pada 1995 setelah gagal hamil lewat 16 kali program bayi tabung (IVF).

Foto: EPA-EFE/FAZRY ISMAIL
Ratu Malaysia Tunku Azizah Aminah berhasil hamil setelah menjalani belasan kali IVF.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perjalanan Ratu Malaysia Tunku Azizah Aminah menjadi ibu telah menginspirasinya untuk membantu orang lain. Setelah menikah dengan Raja Malaysia Abdullah pada 1986, Ratu Azizah menjalani beberapa kali program bayi tabung (IVF) sebelum hamil pada 1995.

 

"Saya menjalani 16 proses IVF, dan pada (poses) 17 saya berhasil. Saya tidak pernah berpikir saya akan memiliki lima (anak) lagi, termasuk anak kembar," kata Ratu Azizah dilansir People, Rabu (27/4/2022).

Baca Juga

Ratu Azizah kemudian mendirikan Yayasan Kesuburan Tunku Azizah untuk membantu mendanai perawatan kesuburan pada 2004. Azizah menjelaskan, yayasannya bertujuan mensponsori perawatan untuk pasangan kurang mampu dan berpenghasilan menengah untuk program bayi tabung.

"Saya tahu berapa biayanya, dan perjuangan emosional yang dialami orang-orang. Anda pergi berobat dan pulang ke rumah dan menangis," ujar dia.

Ratu berusia 61 tahun itu menjelaskan bahwa tipikal orang Asia tidak terlalu suka berbagi masalah. Namun, dia beranggapan sudah waktunya masyarakat mulai membicarakan dan melakukan sesuatu tentang bayi tabung.

Suami Ratu Azizah, Raja Abdullah dilantik sebagai raja pada 2019. Posisi ini akan dipegangnya hingga 2024, karena sistem monarki bergilir Malaysia setiap lima tahun.

"Ada sembilan rumah tangga kerajaan di Malaysia. Kami bergiliran, masing-masing selama lima tahun," kata Abdullah.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile