Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

 

10 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Erupsi Gunung Anak Krakatau Dipastikan tak Ganggu Penerbangan

Rabu 27 Apr 2022 22:22 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Christiyaningsih

Aktivitas Gunung Anak Krakatau saat erupsi terlihat dari KRI Torani 860 di Perairan Selat Sunda, Lampung Selatan, Jumat (28/12). Sejauh ini tak ada rute penerbangan yang terdampak peningkatan aktivitas Krakatau. Ilustrasi.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau saat erupsi terlihat dari KRI Torani 860 di Perairan Selat Sunda, Lampung Selatan, Jumat (28/12). Sejauh ini tak ada rute penerbangan yang terdampak peningkatan aktivitas Krakatau. Ilustrasi.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Sejauh ini tak ada rute penerbangan yang terdampak peningkatan aktivitas Krakatau

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pascaterjadinya peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau level II (waspasa) menjadi Level III (siaga) pada 26 April 2022, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan kondisi itu tidak mengganggu penerbangan. Bandara terdekat masih beroperasi normal dan tidak ada rute penerbangan yang terdampak.

 

“Saat ini berdasarkan hasil pemantauan, tidak ada rute penerbangan dan bandara yang terdampak oleh erupsi Gunung Anak Krakatau, semua masih beroperasi secara normal,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto, Rabu (27/4/2022) malam.

Baca Juga

Meskipun begitu, Novie mengatakan Kemenhub akan tetap melakukan pemantauan. Begitu juga dengan koordinasi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dan Perum LPPNPI (AirNav Indonesia) untuk menjamin keselamatan dan keamanan penerbangan.

Dia menambahkan, saat ini Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub juga sudah memiliki sistem Integrated Webbased Aeronautical Information System Handling (I-Wish). Sistem tersebut merupakan media koordinasi dengan stakeholders penerbangan dalam mendeteksi secara dini dampak erupsi terhadap operasional penerbangan untuk mengantisipasi perkembangan pengaruh sebaran abu vulkanik akibat erupsi gunung berapi.

“Sistem ini merupakan sarana koordinasi bersama dalam pengambilan keputusan,” ujar Novie.

Khususnya mengenai keputusan terkait operasional penerbangan antar stakeholders. Hal tersebut berkaitan dengan penutupan atau tidak beroperasinya suatu bandara karena sebaran abu vulkanik akibat erupsi gunung.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile