Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

 

29 Safar 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Usul Kalender Islam Global, Muhammadiyah Tetap Imbau Hargai Perbedaan

Kamis 28 Apr 2022 16:59 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Muhammad Hafil

Usul Kalender Islam Global, Muhammadiyah Tetap Imbau Hargai Perbedaan. Foto:   Logo Muhammadiyah.

Usul Kalender Islam Global, Muhammadiyah Tetap Imbau Hargai Perbedaan. Foto: Logo Muhammadiyah.

Foto: Antara
Usul Kalender Islam Global, Muhammadiyah Tetap Imbau Hargai Perbedaan

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA -- Muhammadiyah sudah memutuskan Idul Fitri 1443 Hijriah jatuh pada 2 Mei 2022. Meski begitu, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir mengatakan, tidak perlu jadi persoalan bila nantinya terjadi perbedaan.

 

 Ia mengajak, seluruh masyarakat dan elite bangsa agar dengan sikap yang saksama, ukhuwah dan mengedepankan kebersamaan dan tidak perlu ramai. Apalagi, saling berbantah maupun berargumen menunjukkan kekuatan masing-masing hadapi perbedaan.

Baca Juga

Sebab, Haedar menekankan, selama ini baik di Indonesia maupun di dunia Islam, sering terjadi perbedaan-perbedaan dalam mengawali bulan Ramadhan, Idul Fitri, bahkan Idul Adha. Karenanya, tidak perlu dipermasalahkan perbedaan yang ada.

Selain itu, ia mengimbau agar pemerintah sebagai pengayom memberikan ruang yang leluasa bagi perbedaan tersebut. Sebab, Haedar mengingatkan, yang paling penting sebenarnya bagi seluruh umat Islam, makna dan nilai dari puasa dan Idul Fitri.

Menjadi orang yang saleh, beriman, bertaqwa, semakin baik, toleran terhadap perbedaan, tapi satu sama lain saling mengayomi dan saling menenggang. Lebih dari itu, memanfaatkan ibadah untuk menebar kebaikan yang rahmatan lil alamin.

"Jangan sampai kita ribut soal perbedaan, lalu kita abai dalam memaknai ibadah dan memaknai segala macam ritual keagamaan menjadikan diri kita saleh maupun memberi rahmat bagi alam semesta," kata Haedar di Yogyakarta, Kamis (28/4/2022).

Soal kalender Islam global, ia menegaskan, Muhammadiyah terus mempublikasikan dan mendialogkan. Sekaligus, mencari forum-forum agar dunia Islam memiliki kalender global. Ini dinilai penting sebagai titik pijak mengurangi perbedaan.

Salah satunya agar ada kesatuan di seluruh dunia Islam dalam mengawali Ramadhan, Idul Fitri dan lain-lain. Yang paling jadi konsen Muhammadiyah, umat Islam pada era dunia modern, 4.0, peradaban maju semakin memerlukan kepastian soal waktu.

Hal itu dikarenakan waktu seperti tanggal dan hari terkait aktivitas hidup kita. Sehingga, ia menyarankan, kita tidak lagi on the spot dalam menentukan tanggal dan hari pelaksanaan ibadah, karena semua sudah memiliki regulasi yang pasti.

"Berdasarkan perhitungan-perhitungan yang ilmiah, tapi secara syariat dapat dipertanggungjawabkan. Tapi, itu perlu proses dialog antara semua komponen, bahkan antar negara," ujar Haedar. 

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile