Friday, 2 Zulhijjah 1443 / 01 July 2022

Friday, 2 Zulhijjah 1443 / 01 July 2022

2 Zulhijjah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Masuk Top Losers, Saham GOTO Terkoreksi 20 Persen Sepekan Terakhir

Sabtu 30 Apr 2022 05:26 WIB

Rep: retno wulandari/ Red: Dwi Murdaningsih

Pekerja membersihkan dinding dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Saham raksana teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) konsisten melemah sepanjang perdagangan sepekan terakhir.

Pekerja membersihkan dinding dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Saham raksana teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) konsisten melemah sepanjang perdagangan sepekan terakhir.

Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan
Secara fundamental, kinerja GOTO masih merugi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saham raksana teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) konsisten melemah sepanjang perdagangan sepekan terakhir. Selama empat hari berturut-turut, saham GOTO terkoreksi cukup tajam.

Secara akumulasi, GOTO terpangkas hingga 20,00 persen dalam sepekan terakhir. Saat ini saham GOTO bertengger di posisi 272, turun jauh dari harga penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) 338.  

Baca Juga

Penurunan paling tajam pada pekan ini terjadi pada Rabu (27/4) sebesar 6,45 persen. Bergerak direntang 270-348, GOTO pun menjadi salah satu emiten yang masuk dalam daftar kinerja saham paling buruk pekan ini. 

Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, pergerakan saham GOTO ini sejalan dengan kinerja fundamental perseroan. Menurutnya, secara fundamental, kinerja GOTO masih merugi sehingga wajar bila harga sahamnya terus turun. 

"Hal ini karena kerugian mengikis modal dan juga aset, bila terus-terusan rugi dan tidak ada modal baru maka secara fundamental tidak baik," kata Wawan. 

Kepala riset Praus Capital Alfred Nainggolan mengatakan amblasnya saham GOTO dipengaruhi oleh faktor rotasi dari sektor teknologi ke sektor komoditi dan bank konvensional. Selain itu, banyak juga investor yang membeli GOTO dengan motif spekulasi memanfaatkan momentum euforia saham teknologi. 

"Saham dana IPO terbesar sehingga begitu tujuannya tercapai mereka melakukan profit taking, bahkan ketika tidak sesuai harapan mereka melakukan Cut Loss karena memang holding priode mereka short term," kata Alfred.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile