Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

 

7 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Tips Mengelola Uang THR

Sabtu 30 Apr 2022 05:37 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani

Pekerja menghitung uang Tunjangan Hari Raya (THR) yang diterimanya

Pekerja menghitung uang Tunjangan Hari Raya (THR) yang diterimanya

Foto: ANTARA/Yusuf Nugroho
Pentingnya mengelola uang Tunjangan Hari Raya (THR) agar tidak hanya numpang lewat.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pakar ekonomi syariah Universitas Airlangga (Unair), Imron Mawardi mengungkapkan pentingnya mengelola uang Tunjangan Hari Raya (THR) agar tidak hanya numpang lewat. Imron mengingatkan dua langkah bijak dalam mengelola uang THR. Yaitu dengan mendahulukan kebutuhan prioritas, seperti kewajiban dan nazar. Baru kemudian membelanjakan keperluan lain seperti keperluan keluarga untuk lebaran, dengan tetap mendahulukan kebutuhan.

 

“Dalam hidup ini kan ada need, ada wants. Ada kebutuhan, ada keinginan. Maka, utamakanlah yang kebutuhan-kebutuhan dulu, jangan yang keinginan,” kata Imron, Sabtu (30/4).

Imron juga menyinggung fenomena tidak terealisasinya skala prioritas akibat perilaku kurang disiplin masyarakat untuk mengontrol hawa nafsunya sendiri. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Imron memberi pesan agar masyarakat mencatat prioritas dan bertindak konsekuen, serta tidak terpengaruh pada diskon maupun hal lain.

Dikaitkan dengan salah satu konsep ekonomi, yakni teori behavior, Imron juga menekankan pentingnya membelanjakan uang berdasarkan manfaat utamanya. “Apalagi kalau kita Muslim itu kan yang paling penting itu kan utilitas, bahwa sesuatu yang kita beli harus sesuatu yang memang punya manfaat yang paling besar,” ujar Imron.

Hal yang tak kalah penting dalam mengelola uang THR, lanjut Imron, yakni menginvestasikannya. Masyarakat bisa memilih bernagai bentuk investasi yang secara potensial harganya akan naik di masa depan, sehingga dapat digunakan untuk perencanaan jangka panjang.

“Yang kita batasi adalah konsumsi dengan cara mengurangi pendapatan dengan saving yang harus disisihkan sehingga konsumsi kita akan menyesuaikan dari sisanya tadi. Itu hal yang paling penting,” kata Imron.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile