Wednesday, 12 Muharram 1444 / 10 August 2022

Wednesday, 12 Muharram 1444 / 10 August 2022

12 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Idul Fitri dan Kalender Islam Global Sebagai Kemajuan Peradaban Islam

Senin 09 May 2022 00:50 WIB

Rep: suaramuhammadiyah.id (suara muhammadiyah)/ Red: suaramuhammadiyah.id (suara muhammadiyah)

Idul Fitri dan Kalender Islam Global sebagai Kemajuan Peradaban Islam - Suara Muhammadiyah

Idul Fitri dan Kalender Islam Global sebagai Kemajuan Peradaban Islam - Suara Muhammadiyah

Idul Fitri dan Kalender Islam Global sebagai Kemajuan Peradaban Islam

Oleh: Hananto – Ketua Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional PCIM Jepang

 السلا م عليكم ورحمة الله وبركاته

Baca Juga

اَلْـحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لاَنَبِيَّ بَعْدَهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ نَبِيِّنَا مُحَمَّد وَعَلَى اَلِه وَ اَصْحَبِه وَمَنْ وَّالَاهُ اَمَّا بّعْدُ فَيَاعِبَدَاللهِ أُوْصِيْكُمْ وَأِيَّايَ بِتَقْوَى االلهِ حَقَّ تُقَاتِهِ فَقَدْ فَازَالْمُتَّقُوْنَ قال الله تعالى فى كتابه الكريم، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

اَللَّهُ اَكْبَر اَللَّهُ اَكْبَرْ ـ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ اَللَّهُ اَكْبَرْ ـ اَللهُ اَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT dimana kita masih diberi limpahan nikmat dan karunia-Nya di tengah pandemi Covid-19 yang hingga kini belum berakhir. Semoga Allah SWT segera mengangkat wabah ini sehingga kita dapat hidup dengan normal. Alhamdulillah pula kita dapat melaksanakan rangkaian ibadah ramadan dan Idul Fitri 1443H. Dan Alhamdulillah kita mendapatkan izin melaksanakan Sholat Idul Fitri di Kota Osaka tentunya dengan protokol kesehatan. Marilah pula kita bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW, Rasul akhir zaman. Marilah senantiasa kita ikuti risalah dakwahnya dan jejak perjuangannya dalam membangun peradaban utama sebagai rahmat bagi semesta termasuk di Negeri Matahari Terbit ini.

Kami ucapkan pula terimakasih atas undangan untuk menjadi Imam dan Khatib Idul Fitri 1443H kepada Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Kansai yang bekerjasama dengan Badan Ukhuwah Muslim Indonesia Japan (BUMI Japan), Ikatan Persaudaraan Trainee Indonesia di Jepang (IPTIJ) Kansai, serta Pimpinan Pengajian ʼAisyiyah Wal ʼAshri, Muslim Osaka (MO) dan Keluarga Masyarakat Islam Indonesia (KMII) Kansai. Di dalam masyarakat yang majemuk adalah positif untuk selalu berkolaborasi untuk kebaikan. Tak lupa pula kami ucapkan terimakasih kepada jajaran Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Osaka yang hadir dalam Sholat Idul Fitri kali ini.

Terimakasih pula kepada para jamaah dari berbagai komunitas muslim di wilayah Kansai bahkan berdasarkan laporan panitia ada yang datang dari luar Kansai yang sudi jauh-jauh hadir ke Osaka seperti dari Nagoya, Gunma, Aichi dan lain-lain. Terimakasih telah mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan panitia. Semoga kita selalu dilindungi oleh Allah SWT. Semoga dengan puasa ramadan dan idul fitri ini kita menjadi manusia yang lebih baik dengan segenap potensi kita sebagai manusia seutuhnya yang memiliki akal budi dan hati nurani.

اَللهُ اَكْبَرُاللهُ اَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Kaum Muslimin Rahimakumullah.

Idul Fitri adalah ibadah tahunan sebagai rangkaian setelah menunaikan ibadah puasa dan ibadah-ibadah lainnya di bulan ramadan. Disamping soal sholat dan zakat, penentuan awal puasa dan lebaran juga selalu menjadi topik hangat setiap tahunnya. Umat muslim pada umumnya telah cukup dewasa apabila menghadapi perbedaan awal ramadan maupun lebaran. Yang terpenting adalah bagaimana saling menghargai perbedaan tersebut sehingga kita tidak terjebak dalam narasi yang negatif. Alhamdulillah walau kita mengalami perbedaan awal ramadan namun akhirnya berlebaran di hari dan tanggal yang sama.

Umat Islam telah lama berikihtiar mencoba menyatukan kalender Islam global untuk kemaslahatan umat sedunia namun hingga kini memang belum berhasil sehingga menjadi hutang peradaban Islam. Upaya terakhir dengan adanya Kongres Penyatuan Kalender Hijriyah di Istambul Turki 2016 dimana berkumpul para ulama dan ahli falak dari berbagai negara untuk membahas penyatuan kalender hijriyah. Dalam konferensi tersebut dihasilkan prinsip-prinsip Kalender Islam Global.

Prinsip Kalender Islam Global tersebut adalah 1) keselarasan hari dan tanggal di seluruh dunia, 2) penggunaan hisab untuk menyatukan kalender, 3) kesatuan matlak yaitu menjadikan bumi sebagai satu matlak. Kesatuan matlak maksudnya seluruh bumi ini satu matlak atau satu zona dan tidak boleh dibagi-bagi. Bila dibagi-bagi, maka akan menjadi kalender zonal biasa dan bukan global, 4) globalisasi visibilitas hilal (transfer imkanu rukyat) dimana bila terjadi imkanu rukyat di bagian manapun dimuka bumi maka seluruh bumi memasuki bulan baru, dan 5) penerimaan Garis Tanggal Internasional mengingat umat Islam secara de facto juga telah menerima peletakan garis batas internasional tersebut.

اَللهُ اَكْبَرُاللهُ اَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Kaum Muslimin Rahimakumullah.

Pertanyaannya apakah maqashid syariah itu menghendaki kesatuan kalender? Maqashid syariah adalah tujuan yang ingin dicapai oleh syariat agar kemashlahatan manusia bisa terwujud. Dalam berbagai kesempatan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah menjelaskan maqashid syariah penyatuan kalender Islam sebagai berikut. Beberapa ayat Al-Quran berikut ini menjadi petunjuk kita akan pentingnya penyatuan kalender hijriyah ditinjau dari perspektif maqashid syariah (Syamsul Anwar, 2021).

إِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ [الأنبياء : 92]

Sungguh, (agama tauhid) inilah agama kamu, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku! (QS Al-Anbiya: 92).

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ  [الأنبياء : 107]

Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam. (QS Al-Anbiya 107).

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ [سبأ : 28]

Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (QS Saba: 28).

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَهِلَّةِ قُلْ هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ [البقرة : 189]

Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang bulan sabit. Katakanlah, “itu adalah (penunjuk) waktu bagi manusia dan (ibadah) haji. (QS Al-baqarah: 189).

Selanjutnya juga terdapat hadits berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُومُونَ وَالْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ وَالأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّونَ

[رواه الترمذي والبيهقي والدارقطني وأبو داود].

Dari Abū Hurairah [diriwayatkan] bahwa Nabi saw bersabda: Puasa itu pada hari seluruh kamu berpuasa, Idulfitri itu pada hari kamu beridulfitri dan Iduladha itu pada hari kamu beriduladha [HR at-Tirmiżī, al-Baihaqī, ad-Dāraquṭnī, dan Abū Dāwūd].

Berdasarkan dalil-dalil nash diatas bahwa maqashid syariah menghendaki penyatuan kalender hijriyah untuk kemaslahatan manusia agar kita bisa berpuasa pada hari seluruh kita berpuasa, beridulfitri pada hari seluruh kita beridulfitri, dan beriduladha pada hari seluruh kita beriduladha sebagaimana nash Al Quran dan hadits diatas.

اَللهُ اَكْبَرُاللهُ اَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Kaum Muslimin Rahimakumullah.

Kita yang berada di tempat ini di Naniwa Kumin Center Osaka ini berlebaran pada 1 Syawal 1443H hari ini atau bertepatan dengan tanggal 2 Mei 2022M berdasarkan Kalender Islam Global yang diterbitkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Muhammadiyah memiliki itikad baik untuk berkontribusi dalam penyatuan kalendar Islam dengan mensosialisasikan Kalender Islam Global berdasar prinsip-prinsip dari hasil konferensi Istambul 2016. Selain itu, ikhtiar memperjuangkan Kalender Islam Global adalah salah satu amanat Muktamar Muhammadiyah ke-47 tahun 2015. Hal ini penting dan menjadi isu strategis mengingat telah 14 abad lebih dunia Islam belum memiliki kesatuan kalender hijriyah hingga menjadi hutang peradaban Islam.

Secara umum manfaat Kalender Islam Global adalah kita dapat memulai puasa dan berlebaran bersama. Selain itu perencanaan kegiatan baik dalam masyarakat maupun kenegaraan di era kini makin menuntut kepastian jadwal dan aktifitasnya. Untuk mencapai hal ini maka prinsip-prinsip Kalender Islam Global diatas perlu pertimbangkan dan diadopsi semua pihak dan seluruh dunia Islam. Disinilah pentingnya pemahaman maqashid syariah untuk penyatuan kalender Islam bahwa Islam adalah agama yang satu dan menjadi rahmat bagi seluruh alam.

اَللهُ اَكْبَرُاللهُ اَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Kaum Muslimin Rahimakumullah.

Islam menghendaki kita berpikir maju. Demikian pula Muhammadiyah dengan manhajnya yang bayani, burhani, dan irfani. Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah (tarjih.or.id, 2020) menjelaskan bahwa pendekatan bayani adalah pemahaman agama yang didasarkan atas petunjuk nash Al Quran dan hadist. Pendekatan burhani adalah penggunaan akal manusia untuk memahami kebenaran. Pendekatan irfani didasarkan atas hati dan rasa.

Muhammadiyah sangat peduli akan kemajuan peradaban Islam mengingat Islam adalah dinul hadlarah atau agama peradaban. Hutang peradaban kita yakni Kalender Islam Global adalah cita-cita kita semua. Pendekatan bayani dengan petunjuk nash Al Quran dan hadits mengisyaratkan manusia untuk berpikir tidak hanya memaknai secara tekstual namun juga kontekstual demi kemaslahatan umat. Pendekatan burhani menuntun kita mempertimbangkan ilmu pengetahuan seperti ilmu falak sebagaimana firman Allah dalam QS Yunus: 5.

هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاۤءً وَّالْقَمَرَ نُوْرًا وَّقَدَّرَهٗ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوْا عَدَدَ السِّنِيْنَ وَالْحِسَابَۗ مَا خَلَقَ اللّٰهُ ذٰلِكَ اِلَّا بِالْحَقِّۗ يُفَصِّلُ الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ

Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan demikian itu melainkan dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.

Selanjutnya dengan pendekatan irfani dimana tentunya hati nurani dan perasaan kita sebagai umat Islam menghendaki kemaslahatan bersama dengan penerimaan prinsip-prinsip Kalender Islam Global sesuai maqashid syariah tersebut.

Ikhtiar penyatuan kalender hijriyah telah berlangsung lama dan umat Islam harus terus berikhtiar demi terwujudnya peradaban Islam yang semakin berkemajuan. Sumbangsih kita sekecil apapun dalam ikhtiar ini akan menjadi amal jariyah kita dalam peradaban Islam kedepan.

         اَللهُ اَكْبَرُاللهُ اَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Kaum Muslimin Rahimakumullah.

Di penghujung khutbah ini marilah kita berdoa agar Allah SWT selalu membimbing kita untuk dapat meningkatkan peran kita sebagai diaspora muslim yang bermanfaat bagi komunitas kita, bagi masyarakat Jepang, dan bagi peradaban Islam pada umumnya.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

أللّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحمَّد وعَلىَ آلِ محمَّد كماصلَّيْتَ عَلىَ إبْرَاهِيْم وآلِ إبْرَاهِيْم

وبَارِكْ عَلىَ مُحمَّد و آلِ مُحَمَّد كَمَا بَارَكْتَ عَلىَ إبْرَاهِيْم و آل إبراهيم إنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيْد.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ

Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mu’minin dan mu’minat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan Mengabulkan do’a.

اَللّٰهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلَامَةً فِى الدِّيْنِ، وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةَ قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ، اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِيْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ، وَنَجَاةً مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَعِنْدَ الْحِسَابِ

Ya Allah, sesungguhnya kami meminta kepada engkau akan keselamatan pada agama, afiyah pada jasad, pertambahan pada ilmu, keberkahan pada rezeki, taubat sebelum kematian, rahmat ketika mati, dan ampunan setelah kematian.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ 

Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kehidupan yang baik di dunia, kehidupan yang baik di akhirat dan hindarkanlah kami dari azab neraka.

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَر

والسلام عليكم و رحمة الله و بركاته 

Shalat Idul Fitri 1443 H terselenggara berkat kerjasama antara PRIM Kansai Jepang dengan BUMI Japan, IPTIJ Kansai, Muslim Osaka, KMII Kansai dan Pengajian ʻAisyiyah Wal ʻAshri.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan suaramuhammadiyah.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab suaramuhammadiyah.id.
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile