Saturday, 26 Zulqaidah 1443 / 25 June 2022

Saturday, 26 Zulqaidah 1443 / 25 June 2022

26 Zulqaidah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Jokowi Minta Jajarannya Waspadai Gejolak Ekonomi Global

Senin 09 May 2022 22:02 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Andri Saubani

Presiden Joko Widodo menerima Wapres Ma

Presiden Joko Widodo menerima Wapres Ma

Foto: ANTARA/Kris/Biro Pers Sekretariat Presiden
Jokowi menginstruksikan agar pengelolaan ekonomi benar-benar diikuti secara detail.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya agar mewaspadai gejolak ekonomi global. Ia pun menginstruksikan agar pengelolaan ekonomi baik secara makro dan mikro benar-benar diikuti secara detail oleh kementerian terkait, khususnya terkait dengan pangan dan energi.

Hal ini disampaikannya saat memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (9/5/2022).

Baca Juga

“Pengelolaan ekonomi makronya harus betul-betul diikuti secara detil dan mikronya juga, semua kementerian terkait dengan ini betul-betul juga mengikuti terus dan yang utamanya yang berkaitan dengan pangan dan energi,” jelas Jokowi saat memberikan pengantar Sidang Kabinet.

Presiden pun menginstruksikan Sekretaris Kabinet untuk menyelenggarakan rapat terbatas setiap pekan guna memonitoring masalah pangan dan juga energi. Hal ini dilakukan mengingat pentingnya pengelolaan masalah pangan dan energi bagi stabilitas ekonomi, khususnya stabilitas harga dan barang-barang pokok rakyat.

“Saya sudah minta kemarin pada Seskab agar setiap minggu seperti kita lakukan rapat terbatas mengenai PPKM, ini juga sama. Urusan pangan, urusan energi harus juga dilakukan mingguan,” ujar dia.

Jokowi menjelaskan, ketidakpastian global semakin akan terjadi karena adanya perang di Ukraina yang hingga kini masih belum berakhir dan juga kebijakan moneter Amerika yang lebih agresif dalam meredam inflasi. Kondisi ini, kata Jokowi, akan menyebabkan resesi terjadi di banyak negara.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile