Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

 

29 Safar 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Dinkes Kota Tangerang Belum Temui Kasus Hepatitis Akut pada Anak

Selasa 10 May 2022 01:29 WIB

Rep: Eva Rianti/ Red: Bilal Ramadhan

Penderita hepatitis akut yang telah mencapai fase sirosis dan kanker hati (ilustrasi). Dinkes Kota Tangerang mengakui belum menemukan kasus hepatitis akut pada anak.

Penderita hepatitis akut yang telah mencapai fase sirosis dan kanker hati (ilustrasi). Dinkes Kota Tangerang mengakui belum menemukan kasus hepatitis akut pada anak.

Foto: Republika/Yogi Ardhi
Dinkes Kota Tangerang mengakui belum menemukan kasus hepatitis akut pada anak.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Dinas Kesehatan Kota Tangerang menginformasikan belum ditemukan kasus hepatitis akut pada anak di wilayah Kota Tangerang, Banten. Kendati demikian, masyarakat diminta waspada terhadap penyakit yang baru-baru ini ramai dibahas tersebut dan diketahui dapat menyebabkan kematian.

 

"Hingga kini belum menemukan laporan adanya kasus hepatitis akut tersebut di Kota Tangerang," tutur Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Dini Anggraeni dalam keterangannya, Senin (9/5/2022).

Baca Juga

Meski demikian, Dini mengatakan pihaknya telah menyediakan link laporan apabila ditemukan adanya dugaan penyakit tersebut sebagai upaya untuk melakukan penanganan sesuai dengan aturan Kementerian Kesehatan. Link laporan tersebut disiapkan untuk puskesmas serta rumah sakit yang ada di Kota Tangerang.

"Dinkes terus menjalin komunikasi dan menerima aturan dari Kemenkes terhadap kasus baru ini. Saya juga sudah koordinasi dengan teman-teman puskesmas dan rumah sakit untuk terus memantau secara teliti agar kita tidak kecolongan nantinya," terangnya.

Dini meminta masyarakat untuk memahami gejala dari penyakit hepatitis akut. Gejala awalnya yakni meliputi mual, muntah, diare berat, serta demam ringan.

Adapun gejala lanjutannya yakni air kencing berwarna pekat seperti teh dan buang air besar (BAB) berwarna putih pucat. Selain itu, warna mata dan kulit menguning, mengalami gangguan pembekuan darah, kejang, serta mengalami penurunan kesadaran.

"Jika ditemukan gejala awal untuk segera memerikasakan diri ke pelayanan kesehatan pertama seperti puskesmas. Sebelum atau jika menemukan gejala lanjutan, untuk segera ke rumah sakit untuk mendapat penanganan yang lebih serius. Disamping itu, puskesmas juga akan langsung melakukan rujukan," tuturnya.

Selain memahami gejala-gejalanya sebagai upaya antisipasi penanganan, masyarakat juga diimbau untuk melakukan langkah pencegahan. Beberapa upaya pencegahan di antaranya menjaga kesehatan saluran pencernaan dengan rutin cuci tangan dengan sabun, memastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih, dan tidak bergantian alat makan.

Lalu menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit serta menjaga kebersihan rumah dan lingkungan dengan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Dini melanjutkan, upaya pencegahan lainnya juga dengan menjaga kesehatan saluran pernapasan dengan mengurangi mobilitas yang tidak penting, menggunakan masker saat bepergian, dan menjaga jarak dengan orang lain serta menghindari kerumunan orang.

Dia menyebut pihaknya melakukan edukasi kepasa masyarakat mengenai hal-hal tersebut melalui posyandu, puskesmas, serta posko vaksinasi. "Dinkes juga terus membuka kelas untuk tenaga kesehatan dengan mendatangkan para ahli. Sehingga, tenaga kesehatan terus men-gupdate segala hal tentang hepatitis akut ini," kata dia.

Baca juga : Menkes Beberkan Cara Cegah Hepatitis Akut

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile